
Varietas Cakrabuana Agritan
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Varietas padi sekarang semakin bervariasi. Mulai dari padi yang sudah biasa dibudidayakan petani maupun padi beras khusus. Bagi petani yang mencari padi super genjah, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbang Tanaman Pangan), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang Pertanian), Kementerian Pertanian punya Cakrabuana Agritan.
Padi super genjah ini adalah varietas unggul baru (VUB) Balitbangtan yang dirakit dan dilepas oleh Balai Besar Penelitian Padi (BB Padi) Sukamandi pada pertengahan tahun 2018.
Potensi hasil panennya pun tergolong sangat tinggi untuk kelompok padi super genjah, karena bisa mencapai 10,2 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektarnya. Di lahan sawah, postur tanaman varietas ini cukup pendek karena hanya setinggi 95 cm, sehingga lebih tahan rebah. Anakan varietas ini juga banyak, jika dibudidayakan optimal berkisar 30-40 anakan.
Hasil gabahnya berbentuk ramping panjang setara Ciherang, sehingga tidak akan ditolak Bandar Beras yang biasa mencari padi Ciherang. Kualitas berasnya juga baik, bening dan tidak ada butir mengapur (chalky) di dalamnya.
Salah satu petani yang sudah menanam varietas Cakrabuana Agritan di Karawang, Arif Hakim Axogy mengatakan hasil dari varietas ini tidak mengecewakan karena postur tanaman pendek namun super genjah dengan isi 200 bulir per malainya. Panen dari varietas ini pada umur 104 hari setelah semai (hss) atau setara dengan 75-80 hari setelah tanam (hst).
"Tonasenya riil nya oke lho, saya sudah buktikan sendiri. Cocoklah buat kejar setoran BRI," kelakarnya. Di musim kemarau MT 3 di tahun 2019 silam, Arif mengaku varietas Cakrabuana Agritan ini bisa mencapai 8,7 ton GKP per hektar dari sawahnya yang berada di Desa Cikande Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang.

Dihubungi terpisah, Kepala Balai Besar Penelitian Tanamam Padi (BB Padi), Dr Priatna Sasmita menyatakan bahwa salah satu tujuan dirakitnya varietas unggul baru (VUB) umur sangat genjah adalah untuk meningkatkan indeks pertanaman. “Dengan umur panen lebih singkat, masih memungkinkan kecukupan air sehingga bisa panen optimal," tuturnya.
Kepala Puslitbang Tanaman Pangan, Dr Haris Syahbuddin menambahkan keberadaan VUB super genjah dengan kualitas beras yang baik ini akan menambah minat petani budidaya kembali setelah panen MT 1, bahkan MT 2 bagi daerah yang ketersediaan airnya cukup.
Sedangkan untuk wilayah yang airnya terbatas, bisa diganti dengan komoditas tanaman pangan yang lain seperti jagung, kedelai, kacang hijau, dan sorghum.