Monday, 13 April 2026


Sinergi Kementan - Kemenkop, Koperasi Desa Jadi Penopang Pasar Telur Peternak

05 Mar 2026, 14:26 WIBEditor : Herman

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda dan Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menerima audiensi Kementerian Koperasi (Kemenkop) di Kantor Pusat Kementan.

Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antara sektor peternakan dan koperasi desa guna mendorong ekonomi kerakyatan sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.

Audiensi ini secara khusus menyoroti integrasi Program Ayam Merah Putih dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.

Program Kopdes Merah Putih dirancang menjadi pusat kegiatan ekonomi di desa, mulai dari distribusi bahan pangan pokok, penguatan usaha produktif, layanan pembiayaan mikro, hingga pengelolaan logistik serta akses pasar bagi produk lokal.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menegaskan bahwa integrasi kedua program tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat rantai pasok protein hewani dari hulu hingga hilir.

“Koperasi desa dapat berperan sebagai offtaker dan agregator produksi telur ayam rakyat. Dengan demikian, penyerapan hasil peternak lebih terjamin dan stabilitas harga di tingkat produsen dapat terjaga,” ujar Agung.

Program Ayam Merah Putih sendiri merupakan inisiatif Kementan untuk memperkuat produksi telur ayam nasional berbasis peternak rakyat.

Melalui integrasi dengan Kopdes Merah Putih, diharapkan terbentuk simpul distribusi pangan yang lebih dekat dengan masyarakat desa sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menegaskan bahwa koperasi desa harus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

“Kopdes Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi menjadi pusat aktivitas ekonomi desa, termasuk distribusi pangan dan penguatan produk lokal. Sinergi dengan Kementerian Pertanian penting agar koperasi memiliki basis usaha yang produktif dan berkelanjutan,” kata Farida.

Dukungan terhadap integrasi program ini juga datang dari pemerintah daerah. Bupati Lampung Timur, Ella Siti Nuryamah, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menyatakan kesiapan daerahnya untuk memperkuat peran Kopdes Merah Putih.

“Kami melihat integrasi ayam rakyat dengan koperasi sebagai peluang konkret untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa. Pemerintah daerah siap memfasilitasi pembinaan dan memastikan koperasi benar-benar menjadi wadah pemberdayaan yang memberi manfaat langsung bagi warga,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Peternakan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Cecep Muhammad Wahyudin, menegaskan peran HKTI sebagai penghubung antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Koperasi dalam implementasi kebijakan di lapangan.

“HKTI siap menjembatani komunikasi dan pendampingan di lapangan agar kebijakan yang dirumuskan dapat dipahami dan dijalankan oleh peternak. Kolaborasi ini penting untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran,” imbuhnya.

Reporter : Eko
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018