Thursday, 29 October 2026


Ekspor Lada Putih Babel Diperkuat, Barantin Jaga Mutu dari Hulu hingga Hilir

26 Jan 2026, 11:14 WIBEditor : Gesha

Ekspor lada putih Bangka Belitung makin digeber. Barantin memperkuat pengawasan mutu dan ketertelusuran dari hulu hingga hilir demi menjaga kualitas, keamanan pangan, dan kepercayaan pasar global.

TABLOIDSINARTANI.COM, Pangkalpinang -- Ekspor lada putih Bangka Belitung makin digeber. Barantin memperkuat pengawasan mutu dan ketertelusuran dari hulu hingga hilir demi menjaga kualitas, keamanan pangan, dan kepercayaan pasar global.

Ekspor lada putih Bangka Belitung makin dipoles serius. Badan Karantina Indonesia (Barantin) lewat Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung (Karantina Babel) tancap gas memperkuat hilirisasi dan sistem ketertelusuran lada putih Babel atau Muntok White Pepper dari hulu sampai hilir.

Langkah ini bukan sekadar formalitas. Di tengah pasar global yang makin cerewet soal mutu dan keamanan pangan, ketertelusuran jadi semacam “sidik jari” produk.

Dari kebun, proses pascapanen, pengolahan, hingga pengiriman, semuanya harus jelas, rapi, dan bisa dilacak. Ibarat benang merah, tak boleh putus di tengah jalan.

Kepala Karantina Babel, Herwintarti, menegaskan penguatan traceability menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan pembeli internasional sekaligus mendongkrak daya saing lada putih Babel di pasar dunia.

“Hilirisasi ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto,” kata Herwintarti. 

Melalui program Go Ekspor, Barantin memastikan setiap tahapan produksi lada putih memenuhi standar sanitari dan fitosanitari (SPS) negara tujuan.

Pendampingan teknis, pengawasan karantina yang ketat, hingga edukasi pelaku usaha terus digencarkan. Tujuannya satu: mutu terjaga, risiko ditutup rapat, dan nilai tambah meningkat.

Di lapangan, petugas Karantina Babel rutin melakukan pemeriksaan mutu dan ketertelusuran sebelum lada putih didistribusikan atau diekspor.

Mulai dari pencegahan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) sampai pemastian keamanan pangan. Proses ini jadi gerbang terakhir sebelum komoditas andalan Babel melanglang buana ke luar negeri.

“Melalui pengawasan karantina yang optimal, kami memastikan lada putih Bangka Belitung memenuhi standar mutu, bebas OPTK, dan memiliki nilai tambah yang berkelanjutan,” ujar Herwintarti.

Ia juga menyebut, pihaknya aktif memberikan pembaruan informasi terkait perubahan regulasi ekspor agar pelaku usaha bisa beradaptasi sejak dini. Jangan sampai lengah, karena pasar global tak pernah menunggu.

Sinergi lintas sektor pun jadi penopang. Dengan peran karantina yang diperkuat dalam program Go Ekspor, lada putih Babel diharapkan tak hanya bertahan di pasar lama, tetapi juga menembus ceruk pasar baru. Pelan tapi pasti, reputasi dibangun, kepercayaan dirawat.

Data kinerja ekspor sepanjang 2025 memperlihatkan hasil yang tak bisa dipandang sebelah mata. Berdasarkan sistem Best Trust milik Barantin, volume ekspor lada putih Bangka Belitung mencapai 1,37 ribu ton dengan 184 kali pengiriman.

Nilai ekonominya menyentuh sekitar Rp180 miliar. Angka ini jadi bukti bahwa mutu dan konsistensi masih jadi senjata utama.

Tak hanya ekspor, lalu lintas domestik juga menggeliat. Sepanjang 2025, lada putih Babel dikirim ke luar daerah sebanyak 71,49 ribu ton dalam 308 kali pengiriman, dengan nilai mencapai Rp535,89 miliar. Sebuah ironi manis: lada kecil, tapi kontribusinya besar.

Dengan penguatan mutu dari hulu hingga hilir, Barantin berharap lada putih Bangka Belitung terus jadi primadona.

Bukan cuma mengharumkan nama daerah, tapi juga menggerakkan ekonomi, menyejahterakan petani, dan menegaskan posisi Indonesia di peta rempah dunia.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018