Tuesday, 16 June 2026


Kementan Dorong Pemda Daftar dan Kembangkan Varietas Lokal jadi Ikon Daerah

18 Jun 2025, 09:11 WIBEditor : Yulianto

Varietas Mamey Sapote atau dikenal dengan sawo Papua.

TABLOIDSINARTANI.COM, BOGOR---Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perijinan Pertanian (PVTPP), Kementerian Pertanian mengajak pemerintah daerah untuk mendaftarkan varietas lokal. Selanjutnya mengembangkan agar menjadi varietas unggul yang bisa menambah pendapatan petani.

Pada acara Rapat Koordinasi Pendaftaran Varietas Tanaman yang berlangsung di Bogor, Selasa (17/6), Kepala Pusat PVTPP, Dr. Leli Nuryati mengatakan, pada tahun 2025, Indonesia sudah menunjukkan prestasi dalam peningkatan produksi pangan, sehingga tidak ada impor beras lagi, bahkan ekspor. 

”Saat ini kita memilik stok beras lebih dari 4 juta ton. Semua ini tidak lepas dari peran kita semua, seluruh stakeholder terkait yang berkecimpung di pertanian untuk mendukung swasembada pangan,” katanya.

Salah satu dukungan peningkatan produksi padi adalah adanya benih vareitas unggul. Saat ini Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman terus mendorong pengembangan varietas lokal padi yang memiliki umur genjah dan produktivitasnya tinggi.

”Pak Menteri (Mentan Andi Amran Sulaiman, red) mendorong agar pengembangan varietas lokal tersebut untuk membantu penyediaan benih di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Karena itu, Leli berharap peran Pemerintah Daerah untuk mendorong pendaftaran varietas lokal, khsusnya padi. Bahkan dalam program Luas Tambah Tanam (LTT), selaian memperbaiki infrastruktur irigasi, pemerintah juga mendorong budidaya padi gogo di lahan kering.

Di daerah, ungkap Leli, ternyata petani banyak membudidayakan padi gogo yang merupakan varietas lokal. Karena itu, diharapkan, pemerinah daerah ikut mendorong pengembangan varietas lokal untuk penyediaan benih padi bagi petani. Apalagi varietas tersebut terbukti disukai petani.

Dengan mendaftarkan varietas lokal, Leli mengatakan, dapat menyelamatkan dan melesatarikan plasma nutfah di Indonesia. Saat ini ada ribuan varietas lokal yang tersebar di seluruh Tanah Air.  

Selama ini, sering Pemda mendaftarkan varietas lokal, seperti buah, sayuran dan tanaman hias, tapi saat dicek di lapangan, tidak ditemukan varietas tersebut.

“Kami berharap pendaftaran varietas tersebut tidak hanya didaftarkan, tapi Pemda mengembangkan menjadi varietas unggul untuk menambah pendapatan masyarakat, bahkan bisa menjadi ikon daerah,” tuturnya.

Hingga saat ini Pusat PVTPP mencatat dari sekitar 56 pengajujan, pendaftaran varietas lokal. Dari Kabupaten Sukabumi ada 2 vareitas durian lokal, Bojonegoro tercatat ada 4 varietas ubi kelapa, Bandung Barat ada 5 varietas mawar, Maagetan juga telah mendaftarkan verietas tembakau dan Tangerang Selatan varietas durian. 

Pengembangan varietas lokal, bukan hanya melestarikan varietas lokal, tapi juga dapat berkontribusi terhadap swasembada pangan. 

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018