Monday, 26 October 2026


Deputi BI Puji Mentan Amran, Sebut Panglima Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan!

26 Oct 2026, 06:01 WIBEditor : Gesha

Deputi BI Thomas Djiwandono memuji Mentan Amran sebagai panglima pengendalian inflasi yang berperan besar menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan.

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA – Deputi BI Thomas Djiwandono memuji Mentan Amran sebagai panglima pengendalian inflasi yang berperan besar menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan.

Pujian datang dari Deputi Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono untuk Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. 

Di tengah upaya menjaga harga pangan tetap terkendali, Thomas secara terbuka menyebut Amran sebagai sosok panglima pengendalian inflasi yang kerja kerasnya turut dirasakan langsung oleh Bank Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Thomas dalam kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera Wilayah Sulampua 2026 di Makassar, Jumat (23/10/2026). 

Ia menilai, keberhasilan menjaga inflasi tidak bisa dilepaskan dari peran sektor pertanian, terutama dalam memastikan produksi dan pasokan pangan tetap tersedia.

“Panglimanya adalah Pak Menteri Pertanian yang kita banggakan. Karena tanpa beliau, pengendalian inflasi itu tidak akan pernah berhasil,” kata Thomas.

Pernyataan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap peran Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjaga ketersediaan komoditas pangan strategis. 

Bagi BI, stabilitas harga bukan hanya berkaitan dengan kebijakan moneter, tetapi juga ditopang kondisi pasokan barang kebutuhan masyarakat, khususnya pangan.

Thomas bahkan menegaskan bahwa kerja keras Amran dalam mengawal sektor pertanian secara langsung menjadi perhatian BI. 

Upaya menjaga produksi dan kelancaran pasokan dinilai memiliki arti penting untuk meredam tekanan harga di tengah perubahan kebutuhan masyarakat dan tantangan distribusi antarwilayah.

"Kami dari BI sungguh-sungguh merasakan kerja kerasnya Bapak di lapangan. Karena kalau tidak, inflasi itu tidak mungkin terkendali,” ungkapnya.

Apresiasi dari Deputi BI tersebut menyoroti hubungan erat antara ketahanan pangan dan pengendalian inflasi. 

Ketika pasokan komoditas mencukupi dan distribusi berjalan lancar, tekanan terhadap harga pangan diharapkan dapat diantisipasi dengan lebih baik.

Sebaliknya, gangguan produksi maupun distribusi berpotensi memicu kenaikan harga, terutama pada komoditas yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Karena itu, penguatan produksi pertanian dan pemantauan pasokan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas harga.

Dalam konteks tersebut, Kementan memiliki peran strategis untuk memastikan ketersediaan pangan melalui pengawalan produksi dan koordinasi dengan berbagai pihak. 

Namun, pengendalian inflasi tetap membutuhkan kerja bersama karena harga di tingkat konsumen juga dipengaruhi distribusi, biaya logistik, serta kondisi pasar di masing-masing daerah.

Thomas menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BI, dan pemangku kepentingan lainnya perlu terus diperkuat. 

Kolaborasi lintas lembaga menjadi penting agar persoalan pasokan dapat diantisipasi lebih awal dan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas pangan.

Kondisi geografis dan distribusi antardaerah membuat koordinasi pasokan menjadi salah satu aspek penting dalam mengendalikan gejolak harga.

Melalui kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera Wilayah Sulampua 2026, penguatan koordinasi menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung stabilitas harga di kawasan tersebut.

Pemantauan stok, penguatan produksi, serta kelancaran distribusi dibutuhkan agar pasokan komoditas strategis dapat menjangkau masyarakat.

Kerja sama antardaerah juga penting untuk mengantisipasi ketimpangan pasokan yang dapat memicu perbedaan harga.

Thomas berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat. Menurutnya, pengendalian inflasi dan ketahanan pangan merupakan agenda yang saling berkaitan sehingga membutuhkan konsistensi kebijakan dan kerja nyata dari seluruh pihak.

Pujian Deputi BI kepada Mentan Amran sekaligus menegaskan pentingnya sektor pertanian dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. 

Ketersediaan pangan yang memadai bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli dan mengendalikan tekanan harga.

Meski demikian, tantangan menjaga harga pangan tetap membutuhkan pengawasan berkelanjutan. Produksi yang terjaga harus diikuti distribusi yang lancar dan koordinasi lintas lembaga agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018