Monday, 19 October 2026


BPDP Genjot Kompetensi 80 Petani Sawit, Target Produktivitas Meningkat

09 Sep 2026, 10:17 WIBEditor : Herman Pratikno

Pembekalan teknis budidaya kepada 80 petani sawit Merangin

TABLOIDSINARTANI.COM, Jambi --- Upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat terus dilakukan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Sebanyak 80 petani kelapa sawit swadaya asal Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, kini mendapat pembekalan teknis budidaya melalui Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) Tahun 2026.

Program yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tersebut berlangsung selama sepekan, mulai 6 hingga 13 September 2026. Kegiatan pembukaan dilaksanakan Senin (7/9) di Swiss-Belhotel, Kota Jambi.

Sebelum mengikuti rangkaian pembelajaran, seluruh peserta terlebih dahulu menjalani proses registrasi pada Minggu (6/9).

Pembukaan pelatihan dilakukan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Hendrizal, S.Pt., MM, didampingi Kepala Bidang Pengembangan dan Penyuluhan, Ir. Rakhmat Dharmawan, S.Pt., MM, serta Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Merangin, Daryanto, S.P., MM.

Dalam sambutannya, Hendrizal mengapresiasi dukungan BPDP melalui Program SDMP yang dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola perkebunan kelapa sawit secara lebih baik.

Ia menekankan agar pelatihan tidak berhenti pada penyampaian materi di ruang kelas. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan benar-benar diterapkan di kebun masing-masing.

“Materi yang diberikan perlu dipahami dan diterapkan oleh peserta, sehingga manfaat program tidak berhenti pada aspek teori,” ujar Hendrizal.

Selama pelatihan, para petani mendapatkan pembekalan dari narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang perkebunan kelapa sawit.

Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan teknik budidaya, tetapi juga mencakup berbagai aspek penting dalam pengelolaan perkebunan. Di antaranya regulasi dan kebijakan lahan mineral, pemilihan bahan tanam, persiapan lahan, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, pengendalian gulma, pemupukan, hingga perlindungan tanaman dari serangan hama dan penyakit.

Rangkaian materi tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman sekaligus keterampilan teknis petani agar mampu mengambil keputusan yang lebih tepat dalam mengelola kebunnya.

Dengan bekal tersebut, petani diharapkan dapat menerapkan praktik budidaya yang lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan prinsip pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan.

Selain peningkatan keterampilan teknis, Hendrizal juga mendorong para petani agar tidak menutup diri terhadap perkembangan teknologi dan informasi.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan tambahan bagi petani. Berbagai informasi mengenai budidaya, pemeliharaan tanaman, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga perkembangan harga dan pasar dapat diperoleh melalui berbagai platform informasi, termasuk media sosial.

Keterbukaan terhadap informasi dinilai penting agar petani tidak hanya mengandalkan pengalaman turun-temurun, tetapi juga mampu mengadopsi inovasi yang relevan dengan kondisi kebun.

Langkah tersebut menjadi semakin penting di tengah tuntutan peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha perkebunan kelapa sawit rakyat.

Program SDMP BPDP diarahkan untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan produktivitas sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit. Bagi petani swadaya, peningkatan kapasitas menjadi salah satu kunci untuk memperbaiki pengelolaan kebun sekaligus meningkatkan hasil usaha.

Melalui pelatihan ini, 80 petani asal Merangin diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas budidaya sehari-hari.

Penerapan teknik budidaya yang tepat diharapkan dapat berdampak pada peningkatan produktivitas tanaman, efisiensi penggunaan sarana produksi, serta pengelolaan biaya usaha yang lebih baik.

Pada akhirnya, peningkatan produktivitas dan efisiensi tersebut diharapkan ikut mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga petani.

Pelaksanaan SDMP di Jambi juga menjadi bagian dari komitmen BPDP dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia perkebunan, khususnya petani swadaya yang memiliki peran penting dalam menopang keberlanjutan industri kelapa sawit nasional.

Untuk Kabupaten Merangin, pelaksanaan program tersebut didukung PT Smatek Tunas Mandiri sebagai mitra pelaksana kegiatan.

Kolaborasi antara BPDP, pemerintah daerah, mitra pelaksana, dan petani diharapkan dapat memperkuat ekosistem pengembangan perkebunan kelapa sawit rakyat. Dengan sumber daya manusia yang semakin kompeten, perkebunan rakyat diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga berkembang menjadi usaha yang lebih efisien, profesional, dan berkelanjutan.

Reporter : Eko
Sumber : Humas Bapeltan Jambi
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018