Wednesday, 21 October 2026


Buka Akses Pasar, UMKM Pangan Lokal Naik Kelas

02 Nov 2021, 11:51 WIBEditor : Yulianto

Yasid Taufik saat temu bisnis UMKM pangan lokal

TABLOIDSINARTANI.COM, Bandung---Beragamnya jenis pangan lokal yang tumbuh dan tersedia di negara Indonesia merupakan potensi yang luar biasa dalam upaya penguatan diversifikasi pangan. Badan Ketahanan Pangan (BKP) sejak tahun 2019 telah melakukan pemberdayaan UMKM pangan lokal melalui kegiatan pengembangan industri pangan lokal. Sampai kini, pihaknya telah membina 500 UMKM di seluruh Indonesia.

“Kita sadari bersama bahwa upaya ini akan dapat berhasil bila dilaksanakan secara sinergis mulai dari hulu hingga hilir. Penguatan ketersediaan bahan baku, pengembangan olahan pangan lokal hingga berbagai upaya sosialisasi dan promosi telah gencar dilaksanakan,” kata Yasid Taufik, Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian.

Temu Bisnis UMKM Pangan Lokal Tahun 2021 “Perkuat UMKM Pangan Lokal sebagai Lokomotif Agribisnis Pangan Indonesia” di Bandung, beberapa waktu lalu, kata Yasid menjadi salah satu kegiatan penguatan kapasitas UMKM melalui pelatihan, promosi UMKM hingga penguatan pemasaran offline melalui gerai pangan lokal yang ada di seluruh provinsi di Indonesia. Selain itu melalui pemasaran online di berbagai media pemasaran online dan website panganlokal.id.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk semakin meng-eskalasi dan menguatkan jejaring kerjasama dan pemasaran para pelaku UMKM pangan lokal, dengan mengundang para offtaker dan perbankan yang harapan kami akan ikut berpartisipasi dalam mendorong produk UMKM untuk masuk ke pasar modern,” tuturnya.

Acara temu bisnis ini dihadiri 20 UMKM yang telah dipilih dari 500 UMKM yang dibina BKP. UMKM itu berasal dari empat provinsi yaitu Lampung, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. “UMKM ini kami nilai telah mampu untuk terjun dan bersaing di pasar modern,” ujarnya.

Karena itu Yasid, optimis dengan tekad yang kuat dan dukungan serta perhatian dari seluruh stakeholder terkait kepada UMKM pangan lokal ini dapat menciptakan produk yang semakin beragam, berkualitas, dan disukai oleh masyarakat. Dengan demikian, tujuan diversifikasi pangan lokal dapat tercapai.

Dengan temu bisnis, Yasid berharap dapat mempertemukan antara produsen dengan skala UMKM dengan retail modern supaya ada supply chain (rantai pasokan) berjalan lancar dari produsen sampai ke pemasaran. Pada akhirnya nanti skala yang semula UMKM menjadi besar, bahkan ekspor.

“Kita mendorong UMKM naik kelas, mendorong diversifikasi pangan. Kalau UMKM besar, produksinya akan besar. Namun produksi besar harus ditarik dengan pemasaran. Karena itu perlu adanya sinergitas kerjasama antara produsen UMKM dengan retail nya, baik retail yang sifatnya offline maupun online,” tuturnya.

Namun Yasid mengakui, selama ini UMKM memiliki keterbatasan berproduksi saja. Bahkan untuk bisa berproduksi juga usahanya sudah luar biasa, apalagi kemudian berproduksi sekaligus memasarkan menjadi suatu yang sangat sulit. “Saat ini memang kita harapkan mereka fokus produksi dengan kualitas, kontunitas dan kapasitas yang bagus untuk menghadirkan produk yang diminta pasar,” katanya.

Karena itu dalam upaya meningkatkan pangsa pasarnya, BKP berusaha menyambungkan dengan pasar, baik offline maupun online. Harapannya makin besar penguasaan pasar, semakin besar skala UMKM dengan meningkat kapasitas produksinya. Artinya kemudian dalam membangun ketahanan pangan melalui diversifikasi pangan, ketersediaan, keterjangkauan, dan ketermanfaatkan itu akan dapat dicapai dengan peningkatan skala dari UMKM itu.

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018