Wednesday, 21 October 2026


Soal Stok Beras Nasional, Ini Kata Akademisi UGM

10 Nov 2022, 12:08 WIBEditor : Yulianto

beras di gudang Bulog

TABLOIDSINARTANI.COM, Kulon Progo---Produksi beras tahun ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Sementara terkait stok beras di Bulog berfungsi untuk mengendalikan dan menjaga stabilisasi harga di tingkat konsumen.

Akademisi Universitas Gajah Mada (UGM), Jangkung Handoyo Mulyo menyatakan, produksi padi atau ketersediaan beras secara nasional tercukupi dengan mengacu data regional dan nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi padi pada 2022 diperkirakan mencapai 55,67 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).

Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 1,25 juta ton GKG atau 2,31 persen dibandingkan produksi padi 2021 sebanyak 54,42 juta ton GKG. Adapun produksi padi di 2020 sebesar 54,65 juta ton GKG.

"Terkait stok yang ada di Bulog, itu digunakan sebagai alat kebijakan untuk mengendalikan harga secara wajar bagi petani dan konsumen. Karena itu, kemampuan serapan beras pemerintah oleh Bulog ini tergantung kepada harga yang ditawarkan Bulog," kata Jangkung saat Rapat Koordinasi Penyediaan Beras Nasional di Yogkayarta, Rabu (9/11).

Rapat koordinasi itu dihadiri Dirjen Tanaman Pangan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Bulog Jawa Tengah dan DIY, serta satgas pangan Kabupaten Kulon Progo bertempat di Kantor UPT Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo.

Dalam rapat koordinasi tersebut disepakati Bulog DIY dan Jawa Tengan akan membeli beras dari Perpadi sejumlah 150 ribu ton pada Nopember dan Desember 2022. Dari jumlah tersebut Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kulon Progo siap berkontribusi sejumlah 8.500 ton.

Jangkung berharap pembelian beras tersebut selain berpihak kepada konsumen untuk memberikan harga yang murah juga harus dengan harga yang layak bagi produsen. Artinya, produsen dalam hal ini petani tidak merugi dan masyarakat sebagai konsumen juga tidak terbebani. "Iilah fungsi pemerintah dalam hal ini bulog berperan," tegas Jangkung.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Panca Manunggal, Kulon Progo, Margiyono mengatakan pihaknya memiliki stok 120 ton gabah kering giling (GKG) atau sekitar 40 ton beras. Stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun nanti, sedangkan di Kulonprogo ada sekitar 20 gapoktan yang aktif menyerap beras petani. "Kami mengusulkan saat panen raya bulog juga bisa meyerap gabah petani dengan harga yang layak," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman menegaskan, stok beras di Kalimantan Selatan saat ini hingga akhir tahun 2022 melimpah karena adanya panen padi. Pelaksanaan panen padi dipantau langsung penyuluh, Bulog dan pihak perbankan sebagai pemberi modal kepada petani.

"Kalau ada yang mengatakan bahwa produksi padi kita menipis, itu tidak benar. Karena saat ini hingga akhir tahun 2022 petani panen padi dan pada kondisi seperti ini di tahun sebelumnya tidak ada panen padi pada bulan November-Desember, sehingga ini membuktikan stok beras kita tahun ini banyak," tegas Syamsir.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018