
Bantuan untuk petani Sulsel
TABLOIDSINARTANI.COM, Makassar---Kementerian Pertanian memberikan bantuan berupa benih padi, jagung dan mesin panen combine harvester besar. Bantuan ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada masyarakat Sulawesi Selatan untuk terus meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.
Bantuan secara simbolis diberikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman kepada Pj Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakrulloh. "Saya katakan penurunan produksi pangan dikarenakan dua hal. Pertama, kurangnya sarana produksi. Kedua, harga yang tidak menentu," ujar Amran dalam sambutan penyerahan bantuan di Makassar, Senin (27/5).
Dalam kunjungan ini, Amran tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga menyerahkan paket bantuan pertanian pasca-banjir dan program reguler pertanian senilai lebih dari Rp 410 miliar, ditambah pupuk subsidi senilai lebih dari Rp 2,5 triliun. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Sulsel.
Bantuan yang diserahkan mencakup benih hortikultura, perkebunan, pupuk, dan alat mekanisasi pertanian (alsintan) dengan nilai lebih dari Rp 365 miliar. Selain itu, Kementan juga memberikan bantuan untuk bencana alam di tujuh kabupaten/kota (Luwu, Enrekang, Sidrap, Wajo, Bone, Pinrang, dan Sinjai) senilai Rp 48,3 miliar.
Amran menilai, pentingnya kita terus berproduksi dibidang pangan. Apalagi belum lama ini ada peringatan dari BMKG tentang bahaya dampak perubahan iklim seperti El Nino yang akan menghantam Indonesia seperti tahun lalu. “Seperti kita ketahui dampak ElNnino tahun 2023 cukup memukul ketersediaan bahan pangan kita terutama beras. Hal ini menjadi salah satu melonjaknya harga beras di tingkat masyarakat,” katanya.
Karena itu, Amran mengingatkan petani agar dapat memanfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya, sehingga mampu menyediakan pangan bagi masyarakat, baik Sulsel ataupun wilayah sekitarnya. "Melalui bantuan ini, kami ingin daerah-daerah yang terkena musibah segera pulih dan Sulawesi Selatan semakin maju," ujar Amran.
Mentan berharap bantuan ini dapat meringankan beban korban sehingga mereka dapat bangkit kembali dan memperkuat perekonomian Sulsel yang sempat terganggu akibat bencana. “Bencana di Sulsel ini harus kita hadapi bersama, karena satu petani yang terkena bencana adalah musibah kita bersama. Maka yang terdampak ini akan kita beri bibit, benih, traktor, dan pupuk gratis,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyambut baik kunjungan Menteri Pertanian ini dan menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. "Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan bantuan dari Menteri Pertanian. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami," kata Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakrulloh.
Secara terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyatakan kesiapannya mendukung peningkatan produksi pangan di wilayah Sulsel. "Ini bukan karena kampungnya Pak Mentan (Amran), tetapi karena Sulsel memang dari dahulu salah satu daerah sentra beras dan jagung terbesar di Indonesia. Jadi harus kita dorong untuk produksi secara optimal," ucapnya.
Suwandi memaparkan, selain bantuan reguler, Kementan juga memberikan bantuan benih padi dan jagung untuk korban bencana alam di 6 kabupaten yakni, Enrekang, Luwu, Sidrap, Wajo, Bone dan Sinjai senilai Rp 3,47 miliar. “Ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada petani yang terdampak di wilayah tersebut,” katanya.