
Panen Raya di Barito Kuala Kalsel
TABLOIDSINARTANI.COM, Barito Kuala --- Panen Raya Padi Serentak di Kalimantan Selatan dilaksanakan di Desa Panca Karta, Kecamatan Alalak Raya, Kabupaten Barito Kuala.
Tak tanggung-tanggung, acara yang berlangsung serempak di 14 provinsi di seluruh Indonesia ini dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
Kalimantan Selatan sendiri menjadi salah satu daerah unggulan dalam kegiatan nasional ini.
Hadir dalam kegiatan jajaran pejabat tinggi seperti Pangdam VI Mulawarman, Pj Sekda Kalsel Muhammad Syarifuddin (mewakili Gubernur), Bupati dan Wakil Bupati Barito Kuala, serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman.
Dalam sambutannya, Muhammad Syarifuddin menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden dan Menteri Pertanian atas perhatian besar terhadap pertanian nasional.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ketahanan pangan berkelanjutan.“
"Keberhasilan panen raya ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi pemerintah pusat, daerah, TNI, akademisi, swasta, dan petani mampu membuahkan hasil yang luar biasa,” ungkap Syarifuddin.
Sementara itu, Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, menilai momentum panen raya ini sebagai penghargaan besar bagi para petani di Batola.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan air yang baik, termasuk pembangunan tanggul, untuk memungkinkan penanaman padi hingga tiga kali dalam setahun.
Kepala Dinas PKP Kalsel, Syamsir Rahman, menambahkan bahwa Kalimantan Selatan saat ini mencatatkan produksi gabah kering panen sebesar 1,26 juta ton yang tertinggi di Pulau Kalimantan.
Target ke depan pun tak main-main: 3 juta ton produksi gabah, dengan dukungan dari program cetak sawah rakyat dan optimalisasi lahan.
"Hari ini, panen raya di Kalsel mencakup delapan kabupaten dengan total lahan sekitar 20 ribu hektare. Khusus di Barito Kuala, 6 hektare lahan turut dipanen serentak,” ujar Syamsir.
Syamsir menambahkan Kalsel siap terus menjadi penyangga utama pangan nasional.
Pemprov Kalsel juga tengah menyiapkan langkah strategis melalui survei pengembangan sawah rakyat.
Program ini akan dilakukan dalam dua tahap, dengan target total perluasan lahan hingga 22 ribu hektare.
Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi padi, tapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, Kementerian Pertanian turut menyerahkan bantuan alat pertanian kepada Kabupaten Barito Kuala.
Bantuan serupa juga diberikan Pemprov Kalsel kepada para petani sebagai bentuk dukungan nyata dalam meningkatkan produktivitas pertanian.