
Mentan Andi Amran Sulaiman saat meluncurkan beras operasi pasar SPHP di Kantor Pos Fatmawati
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kantor Pos menjadi garda terdepan operasi pasar beras besar-besaran. Pemerintah akan menyalurkan 1,3 juta ton beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) secara bertahap ke seluruh Indonesia.
Seperti diketahui musim panen padi yang telah mulai menurun mendorong harga beras bergerak naik. Guna mengantisipasi kenaikan harga komoditas yang menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia, pemerintah mengambil kebijakan penyaluran bantuan pangan dan operasi pasar SPHP.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa langkah ini diambil guna menekan gejolak harga beras di masyarakat.
Hasil Rakortas adalah yang pertama Pemerintah melepas 360 ribu ton untuk bantuan sosial. Kedua, menyalurkan SPHP 1,3 juta ton.
"Seluruh Indonesia bergerak bersama-sama. Kami yakin 1-2 minggu harga beras dapat turun,” kata Mentan Amran saat peluncuran Gerakan Pangan Murah Beras SPHP di Kantor Pos Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (18/7).
Mentan Amran menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar negara hadir menjamin keterjangkauan pangan.
“Hari ini kita operasi pasar besar-besaran. Ini mengantisipasi agar harga beras turun, tidak naik di saat stok kita banyak,” ungkapnya.
Untuk mempercepat penyaluran, pemerintah menggandeng jaringan Bulog, PT Pos Indonesia, ID Food, PTPN, dan Pupuk Indonesia Holding Company.
“Terima kasih kepada BUMN Pangan, ada di Dirut PTPN, ada Dirut Bulog, ID Food, PIHC, dan PT Pos sebagai terdepan menggerakkan SPHP," katanya.
Mentan berharap dengan menggandeng seluruh pihak dalam operasi pasar ini bisa digerakkan di seluruh Indonesia. Dengan demikian masyarakat menikmati harga yang baik di saat produksi meningkat.
Mentan Amran mengungkapkan bahwa gerakan pangan murah ini dilakukan di 5.302 titik seluruh Indonesia. Beras SPHP dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).
Untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi) harganya Rp 12.500/kg, untuk zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan) Rp 13.100/kg, kemudian untuk zona 3 (Maluku, Papua) Rp 13.500/kg.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengapresiasi Gerakan Pangan Murah Beras SPHP yang merupakan sinergi antara Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional, BUMN Pangan, PT Pos Indonesia, dan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC).
“Jadi ini beras SPHP dengan harga Rp62.500 per kemasan, per kilogram Rp12.500. Mudah-mudahan ini bisa membantu menstabilkan harga yang di beberapa tempat ada kenaikan,” ungkap Zulhas.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, mengapresiasi Mentan Amran yang telah menginisiasikan Gerakan Pangan Murah Beras SPHP.
“Terima kasih kepada Pak Mentan atas inisiasinya sehingga gerakan ini dapat terlaksana. Pak Mentan ini sangat concern dengan SPHP supaya gak salah salur, supaya dapat langsung ke masyarakat,” ucapnya.