
Bappenas-Unpad luncurkan PRAISE Sweet Potato Center, fokus riset ubi jalar untuk ketahanan pangan nasional dan mendukung swasembada karbohidrat alternatif 2027.
TABLOIDSINARTANI.COM, Bandung -- Bappenas-Unpad luncurkan PRAISE Sweet Potato Center, fokus riset ubi jalar untuk ketahanan pangan nasional dan mendukung swasembada karbohidrat alternatif 2027.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., menegaskan ubi jalar bakal menjadi simbol kebangkitan pangan nasional. Langkah strategis ini diwujudkan melalui peresmian Gedung PRAISE (Padjadjaran Center for Sweet Potato Research & Innovation Excellence) di Universitas Padjadjaran (Unpad), Kampus Jatinangor, Selasa (13/1/2026).
Pusat riset PRAISE dirancang sebagai laboratorium inovasi ubi jalar tingkat nasional dan internasional. Rachmat Pambudy menargetkan, ke depan, Unpad dapat bersanding dengan International Potato Center (CIP) di Peru, menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan ubi jalar dunia.
Rektor Unpad, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menegaskan, pusat riset ini merupakan bukti kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan industri untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui diversifikasi sumber karbohidrat.
“Ilmu pengetahuan dari Unpad terkait ubi jalar akan disebarkan dari level nasional hingga internasional,” kata Arief.
FAO Representative untuk Indonesia, Rajendra Aryal, memuji langkah Indonesia memanfaatkan kekayaan biodiversitasnya. Menurut Aryal, ubi jalar dapat memperkuat ekonomi lokal sekaligus memberikan kontribusi pada ketahanan pangan global.
“Indonesia memiliki 77 jenis tanaman sumber karbohidrat. FAO siap mendukung inovasi dari PRAISE untuk dipromosikan ke panggung dunia,” ujarnya.“Ubi jalar memiliki potensi besar sebagai sumber pangan alternatif sekaligus penguatan ketahanan pangan nasional. Ini bukan sekadar ubi, tapi simbol bagi kebangkitan Indonesia,” tegas Prof. Rachmat Pambudy.
Pusat riset PRAISE tidak hanya fokus pada budidaya konvensional, tetapi juga mengadopsi teknologi pertanian modern, termasuk pertanian urban dan gene sequencing. Informasi ilmiah ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas ubi jalar, memperluas lahan tanam, serta mendukung program swasembada pangan nasional.
Kementerian PPN/Bappenas optimistis, melalui kolaborasi dengan Unpad, pengembangan ubi jalar akan memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjadi komoditas alternatif yang berdaya saing tinggi di tingkat global.
Universitas Padjadjaran menargetkan PRAISE menjadi Top 300 universitas dunia dalam penelitian ubi jalar pada 2029, dengan pendapatan mencapai Rp3 triliun per tahun. Saat ini, Unpad telah menempati peringkat 96 di Asia dan peringkat 515 global, dengan pendapatan Rp2 triliun pada 2025.
“MWA dan pimpinan rektorat harus berjalan beriringan untuk menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Rachmat Pambudy.
Langkah ini menegaskan bahwa ubi jalar bukan lagi sekadar pangan lokal, tetapi komoditas strategis yang bisa menjadi tumpuan swasembada pangan baru Indonesia, sekaligus memperkuat posisi negara di peta riset pangan global.



