Wednesday, 21 October 2026


Hadapi El Nino, Wamentan Sudaryono Pimpin Tanam Padi Serentak di 16 Provinsi

22 Apr 2026, 16:13 WIBEditor : Herman

Wamentan Sudaryono Pimpin Tanam Padi Serentak dari Jambi

TABLOIDSINARTANI.COM, Jambi --- Pemerintah terus mempercepat langkah menjaga ketahanan pangan nasional. Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, memimpin Gerakan Tanam Padi Serentak yang dilaksanakan di 16 provinsi sebagai upaya strategis menghadapi ancaman perubahan iklim, khususnya fenomena El Nino.

Kegiatan ini dipusatkan di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, Selasa (21/4), dan diikuti secara daring oleh berbagai daerah lain.

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar mendorong percepatan pemanfaatan lahan CSR di Jambi dengan target 5.000 hektare segera masuk masa tanam.

“Sekarang momen yang tepat. Mumpung masih ada hujan, kita percepat tanam. Kalau tanam lebih cepat, panen juga lebih cepat,” ujarnya.

Menurutnya, percepatan tanam menjadi kunci untuk mengantisipasi dampak El Nino yang berpotensi menurunkan produksi pangan. Pemerintah pun mengajak seluruh daerah memanfaatkan sisa musim hujan secara optimal.

Tak hanya fokus pada pembukaan lahan, pemerintah juga memastikan lahan yang telah dicetak langsung produktif. Untuk itu, Kementerian Pertanian menurunkan penyuluh, Brigade Pangan, serta dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Di lapangan, proses tanam dilakukan secara modern dengan memanfaatkan teknologi seperti rice transplanter dan drone. Pendekatan ini dinilai mampu menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja sekaligus meningkatkan efisiensi.

Selain itu, pemerintah juga mengantisipasi potensi kekeringan dengan mengoptimalkan sumber daya air. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari identifikasi sumber air hingga penyediaan pompa dan sumur bor.

“Benih dan pupuk bisa kita bantu, tapi hujan tidak bisa kita datangkan. Jadi manfaatkan waktu yang ada untuk segera tanam,” tegas Sudaryono.

Secara nasional, program CSR saat ini telah berjalan di 19 provinsi dengan target seluruh lahan yang dicetak segera ditanami guna memperkuat produksi padi secara berkelanjutan.

Sementara itu, Gubernur Jambi, Al Haris, menyampaikan bahwa luas lahan baku sawah di daerahnya mencapai 69.000 hektare, dengan sekitar 54.000 hektare lahan eksisting yang sudah dimanfaatkan.

Pada 2025, program CSR telah mencakup 1.200 hektare, dan pada 2026 ditargetkan meningkat menjadi 4.100 hektare. Meski demikian, produksi padi Jambi saat ini baru mampu memenuhi sekitar 71 persen kebutuhan konsumsi daerah.

“Kami terus mendorong petani agar tidak hanya tanam sekali setahun, tetapi bisa dua hingga tiga kali,” ujar Al Haris.

Ia optimistis, dengan dukungan pemerintah pusat, termasuk pembangunan irigasi dan bantuan sarana pertanian, Jambi dapat mencapai swasembada padi pada 2026.

Selain itu, Pemprov Jambi juga mengusulkan pembangunan infrastruktur pendukung seperti irigasi, jalan usaha tani, hingga mesin pengering padi, terutama di wilayah Tanjung Jabung Timur.

Gerakan tanam serentak ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga penyuluh dan petani, sebagai bagian dari upaya besar menuju ketahanan pangan nasional dan visi Indonesia Emas 2045.

Reporter : Eko
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018