
Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, Rabu (20/5).
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia berhasil membuktikan ketangguhannya dalam menghadapi berbagai krisis global, terutama di sektor pangan.
Di tengah ketidakpastian dunia yang dipicu konflik geopolitik, perubahan iklim, pandemi, hingga gangguan rantai pasok internasional, Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, Rabu (20/5).
Menurut Prabowo, berbagai krisis yang melanda dunia dalam beberapa tahun terakhir telah membuat banyak negara berada dalam situasi sulit. Namun, Indonesia mampu melewatinya dengan baik berkat kesiapan dan kemampuan yang dimiliki.
"Kita sudah buktikan di krisis yang bikin panik banyak negara, Indonesia masih tenang. Kita tidak euforia, kita tidak sombong, tapi kita tenang. Kita punya kemampuan," ujar Presiden.
Prabowo menyebut penguatan ketahanan nasional menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk mewujudkan cita-cita sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia. Sejumlah lembaga internasional bahkan memproyeksikan Indonesia akan menempati posisi keempat atau kelima ekonomi terbesar dunia pada 2045.
Dengan waktu sekitar dua dekade ke depan, Indonesia diyakini mampu melampaui sejumlah negara maju di Eropa dari sisi kekuatan ekonomi.
"Pakar-pakar dunia, institusi-institusi dunia menaksir pada tahun 2045 yang hanya 19 tahun lagi, Indonesia akan menjadi ekonomi kelima bahkan keempat terbesar di dunia. Bayangkan kita akan menyalip Inggris, Perancis, Italia," katanya.
Presiden menilai sektor pangan dan pertanian memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di panggung global. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya kapasitas produksi pupuk nasional yang kini tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mampu membantu negara lain.
Prabowo mengungkapkan sejumlah negara seperti Australia, India, Brasil, dan Filipina telah meminta dukungan pasokan pupuk dari Indonesia.
"Mereka minta bantuan pupuk ke kita, karena produksi pupuk kita lebih," ujarnya.
Meski demikian, Presiden mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak boleh menimbulkan rasa berpuas diri.
"Ini jangan membuat kita sombong, tapi ini membuat kita harus lebih percaya diri," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa upaya mewujudkan swasembada pangan menjadi salah satu program prioritas pemerintah sejak awal masa kepemimpinannya.
Langkah tersebut diambil sebagai antisipasi terhadap berbagai ancaman krisis pangan global yang pernah terjadi akibat pandemi, perang, maupun kebijakan pembatasan ekspor pangan oleh sejumlah negara produsen.
"Karena itu saya canangkan program utama saya adalah mengamankan pangan Indonesia. Kita harus swasembada pangan," katanya.
Presiden juga memberikan apresiasi kepada jajaran sektor pertanian yang dinilai berhasil mempercepat pencapaian target swasembada pangan nasional. Target yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun disebut mampu direalisasikan hanya dalam waktu satu tahun.
"Alhamdulillah saya dibantu oleh tim pertanian saya yang luar biasa. Saya beri target empat tahun, mereka hasilkan swasembada dalam satu tahun," ujarnya.
Keberhasilan tersebut, lanjut Prabowo, tercermin dari meningkatnya produksi pangan nasional yang disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Selain itu, cadangan beras pemerintah juga mengalami lonjakan signifikan hingga melampaui 5,3 juta ton.
Besarnya stok beras bahkan membuat kapasitas penyimpanan yang tersedia tidak lagi mencukupi sehingga pemerintah harus menyewa gudang tambahan.
"Produksi kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Cadangan yang ada di gudang-gudang kita tidak cukup, kita harus sewa gudang-gudang lain," ungkap Presiden.
Selain keberhasilan di sektor pangan, pemerintah juga mencatat kemajuan dalam penguatan industri pupuk nasional. Prabowo menyebut untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, harga pupuk berhasil diturunkan hingga 20 persen sehingga petani dapat memperoleh pupuk dengan harga lebih terjangkau dan pasokan yang lebih memadai.
"Kita juga sudah amankan produksi pupuk kita. Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, harga pupuk kita turunkan 20 persen," katanya.
Meski demikian, Presiden mengingatkan pentingnya pengawasan distribusi pupuk bersubsidi agar tidak terjadi penyimpangan maupun penyaluran yang tidak tepat sasaran.
"Yang sekarang kita harus jaga adalah jangan sampai pupuk subsidi diselewengkan atau diselundupkan ke tempat lain. Ini harus kita jaga bersama," pungkasnya.



