Tuesday, 20 October 2020


Model Kostratani dari Indramayu, BPP Gantar Siapkan Senjata IT

27 Jul 2020, 11:29 WIBEditor : Gesha

Sosialisasi BPP Model di Indramayu | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Indramayu --- Selain Bogor, Kabupaten Indramayu juga bersiap menjadi model Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani). Salah satunya Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Gantar yang akan mempersenjatai diri penyuluh dengan IT.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu Ir. H. Takmid, MM membuka sosialisasi dan koordinasi pembentukan BPP model Konstratani yang berlokasi di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Gantar berbasis ICT, mendukung program utama Kementan yang digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). 

Kabupaten Indramayu adalah salah satu kabupaten di Jawa Barat yang menjadi penyangga  pangan nasional. Oleh karena itu produksi pertanian harus digenjot, terlebih kabupaten Indramayu termasuk dalam lokasi proyek IPDMIP dan SIMURP.

Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) sebuah gerakan pembaharuan di mana pembangunan pertanian dimulai dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di tingkat Kecamatan. "BPP kita modernisasi menjadi Kostratani. Sebagai pusat pengembangan (center of gravity). Jadi, kemampuan dan kapasitas penyuluh tidak ada alasan lagi untuk tidak berkembang," katanya Ir. H. Takmid, MM

Oleh karena itu, penyuluh pertanian akan 'dipersenjatai' dengan teknologi informasi dan komunikasi yang berbasis internet (Internet of things) dan artificial inteligent. "Nantinya para penyuluh akan melakukan sambungan online telekonferensi dengan Mentan Syahrul dan mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan," jelasnya.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Leli Nuryati menuturkan tugas pendampingan dalam ketersediaan data dan informasi petanian, terlaksananya Program Utama Kementerian Pertanian (Propaktani, Gedor Horti, Grasida, Sikomandan, Gratieks, PMS, KUR, Inovasi, Petani Milenial, dan lainnya serta terkoneksi BPP dengan AWR.

Leli menjelaskan beberapa contoh, salah satunya adalah dengan Agriculture War Room (AWR) sebagai ruang pusat data dan sistem kontrol pembangunan pertanian nasional berbasis teknologi. AWR ini sudah dirancang secara multiguna, terutama dalam memantau kondisi pertanian di tingkat kecamatan dan desa. Dimana penyuluh Pertanian Lapangan, Petani, dapat secara online ikut dalam program “Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (1 kali/minggu), Ngobrol Asik (1 kali/2 minggu), Bertani On-Cloud (2 kali/minggu) dan Millenial Agriculture Forum (1 kali/2 minggu)”.

"Kebijakan pemerintah dalam pembangunan pertanian melalui gerakan pembaharuan pembangunan pertanian nasional berbasis teknologi informasi. Simpul gerakan yang sangat strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan pertanian adalah lewat koordinasi, sinergi, dan penyelarasan kegiatan pembangunan pertanian akan berpusat di kecamatan," bebernya.

Menurut Leli Nuryati, peran Kostratani nanti akan menjadi pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis dan  pusat pengembangan jejaring kemitraan.

"Kiranya dengan terciptanya BPP Gantar menjadi model kostratani nantinya dapat menggerakan para penyuluh pertanian yang ada di tingkat kecamatan untuk lebih proaktif dalam mendampingi petani, agar petani terus memiliki semangat dalam melaksanakan kegiatan mengolah lahan secara optimal dan maksimal peningkatan produksi, produktivitas dan kesejahteraan petani," harapnya.

Dalam kesempatan sosialisasi itu, Leli Nuryati juga mengajak berbagi unsur yang hadir Danramil, Kapolsek, Camat, Kepala Desa, Penyuluh, dan POPT untuk terlibat mewujudkan kedaulatan pangan.

Leli juga menegaskan dalam mewujudkan kedaulatan pangan, Kementan tak bertindak sendiri tetapi harus melibatkan semua komponen anak bangsa melalui gubernur, bupati, sampai pada level kecamatan. Dengan demikian pembangunan pertanian bisa lebih maju sehingga semua program yang ada di Kementan akan mendorong peningkatan produktivitas.

Setelah kegiatan sosialisasi, dilanjutkan dengan Bimtek IT bagi Penyuluh dan POPT yang dipimpin langsung oleh Purnomo Jati Kasie Kelembagaan BPPSDMP Kementerian Pertanian yang meliputi materi mulai dari Cybex, eRDKK, Simluhtan, Simotandi, Laporan utama, ePDPS , aplikasi Zoom Cloud dsb.

Bimbingan tersebut disambut baik oleh penyuluh pertanian, melalui bimbingan tersebut akan lebih  memperkuat BPP Gantar sebagai Model BPP Kostratani untuk menjalankan peran sebagai pusat data dan informasi.

Reporter : Dedi Setiadi dan Arif P
Sumber : Polbangtan Bogor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018