Saturday, 24 October 2020


Sukseskan Gedor Horti, BPP Nganjuk buat Demplot Bawang Merah

16 Oct 2020, 07:21 WIBEditor : Yulianto

Demplot bawang merah di Nganjuk | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Nganjuk---Untuk mendukung program Kostratani dan gerakan mendorong produksi, daya saing, ramah lingkungan hortikultura (Gedor Horti), penyuluh pertanian lapangan (PPL) di BPP Kecamatan Nganjuk, membuat demplot bawang merah. Demplot dilakukan di lahan Sudarno anggota Kelompok Tani (Poktan) Tani Jaya, Desa Balongpacul, Kecamatan Nganjuk.

Adanya demplot diharapkan bawang merah di Kabupaten Nganjuk mampu bersaing di pasar dan mampu meningkatkan nilai tambah bagi petani. Kegiatan demplot ini selain didampingi PPL di BPP Nganjuk, juga dihadiri Agus Sulistyono, Kepala Bidang Hortikultura dan  Wuwun Risvita Kepala Seksi  Produksi Hortikutura Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk.

Demplot tanam bawang merah yang dilakukan ini mempunyai beberapa perlakuan yakni menggunakan mulsa dan non mulsa. Jarak tanam untuk tanah yang menggunakan mulsa yaitu 18 x 15 cm dan 18 x 13 cm. Sedangkan yang non mulsa 13 x 14 cm. Untuk varietas bawang merah yang ditanam di media menggunakan mulsa yaitu varietas Bima, sedangkan untuk non mulsa menggunakan varietas Tajuk.

Yusmianta, PPL Desa Balonpacul mengatakan, bahwa kegiatan demplot ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan bawang merah yang ditanam menggunakan mulsa dan non mulsa, jarak tanam yang tepat dan varietas yang spesifik lokasi dan mampu meningkatkan produksi.

“Selain perlakuan tersebut, dalam kegiatan demplot kali ini juga diperkenalkan inovasi springkle atau digital farming yang digunakan untuk penyiraman tanaman bawang merah dan mempunyai keuntungan yaitu  efisiensi  untuk biaya operasional tenaga harian,” ujar Yusmianta.

Koordinator BPP Kecamatan Nganjuk, Saidi berhaap kegiatan demplot ini menjadi penyemangat petani bawang merah untuk terus berproduksi dengan mengadopsi inovasinya. Peranan dari semua pihak diperlukan untuk mendukung keberhasilan program Kostratani dan Gedor Horti bawang merah, katanya.

Dalam beberapa kesempatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, dengan Kostratani, pertanian lebih maju mandiri bahkan lebih modern. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir soal pangan, 11 komoditas bahan pokok dikawal pemerintah secara optimal salah satunya ialah bawang merah.

Untuk mempercepat pembangunan pertanian hingga ditingkat kecamatan dan desa, Kementerian Pertanian melakukan gebrakan pembangunan pertanian melalui program strategis Komando Strategis Pembangunan Pertanian atau disebut Kostratani di tingkat kecamatan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan, optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai pusat kegiatan pembangunan pertanian ditingkat kecamatan dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional merupakan tujuan jangka panjang dari Kostratani.

“Tujuan jangka pendeknya, Kostratani sebagai pusat informasi data, kelembagaan petani, meningkatkan kapasitas SDM petani dan diseminasi inovasi teknologi,” ujarnya.

Reporter : (Hesti Nova/Yeniarta (BBPP Ketindan)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018