
Jaji Sumarji saat memberikan penyuluhan kepada petani
TABLOIDSINARTANI.COM, Pandeglang—-Harapan tenaga harian lepas tenaga bantu penyuluh pertanian (THL TBPP) berusia di atas 35 tahun menjadi ASN PPPK (Aparat Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) akhirnya terwujud. Salah satunya, Jaji Sumarji satu THL TBPP Kabupaten Pandeglang yang beruntung diangkat menjadi ASN P3K.
Pengangkatan menjadi ASN P3K kian membulatkan tekad Jaji berupaya lebih semangat dan giat menjalankan tugasnya. Iapun akan mendorong petani binaannya meningkatkan keterampilan, mengubah perilaku serta sikapnya, dengan harapan petani dapat meningkatkan produksinya.
Guna mewujudkan tekadnya, tak menunggu lama Jaji langsung terjun ke desa binaannya. “Hari ini saya melakukan pertemuan di desa binaan, Sesa Alaswangi Kecamatan Menes. Dihadiri Kepala Desa dan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perwakilan poktan, kader sekaligus KWT,” katanya.
Kali ini kegiatannya membahas cara memanfaatkan limbah rumah tangga sampah menjadi pupuk organik untuk tanaman pekarangan. Dengan pelatihan ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan dapur keluarga.
Penyuluh Kecamatan Menes dengan tiga desa binaan ini mengaku jatuh hati pada profesi penyuluh saat dirinya bersekolah di SPP SPMA tahun 1985. Saat itu Ia sering melihat penyuluh identik dengan motor trail yang dianggapnya sangat keren.
Alasan lain latar belakang pendidikannya dan keluarganya tinggal di desa yang sangat kental dengan pertanian. “Yang memotivasi saya karena saya berijazah SPP SPMA, hidup di desa yang kental dengan pertanian. Itu tahun 85 waktu itu PPL identik dengan motor honda trailnya, menurut saya keren,” ungkapnya.
Hasrat menjadi penyuluh terwujud ketika tahun 2007, pemerintah membuka kesempatan menjadi THL TBPP. Iapun mendaftar dan lolos seleksi. Setelah belasan tahun mengabdi akhirnya Ia kini menggenggam status sebagai ASN P3K.
Ia bersyukur diberi kesempatan dilantik menjadi ASN P3K dan dilantik Bupati Pandeglang , Irna Narulita bersama 34 THL TBPP dari kecamatan lain beberapa waktu lalu. “Saya dilantik Bupati, bersama teman-teman THL TBPP lain. Dalam pelantikanpun saya ditugaskan untuk membacakan pakta integritas, “ ucapnya bangga, Kamis, (18/2).
Jaji berharap pemerintah tidak ragu mengangkat THL TBPP menjadi ASN P3K. Sebab, mereka dinilai sudah banyak pengalaman dalam mendampingi petani di lapangan. “Teman – teman THL di Kabupaten Pandeglang belum semua diangkat, karena kemampuan daerah, semoga menyusul. Sesuai harapannya statusnya berubah ditahun ini,” tuturnya.
Penyuluh menurut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) merupakan garda terdepan pembangunan pertanian nasional. Karenanya nasib dan kesejahteraannya harus diperhatikan.
"Penyuluh juga pendamping dan pengawal petani di lapangan. Karena itu, penyuluh harus diberikan perhatian, baik nasib maupun kesejahteraanya. Hal ini yang bisa membuat mereka maksimal dalam mengawal kedaulatan pangan nasional," katanya.
Mengenai pengangkatan ini, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi sangat mengapresiasi pemerintah kabupaten dan provinsi yang mendukung langkah Kementan memperjuangkan status THL TBPP.
Karena menurut Dedi tenaga penyuluh amat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Penyuluh berperan amat besar untuk merealisasikan target pemerintah dalam rangka meningkatkan SDM Petani yang berorientasi pada peningkatan produktivitas.