Penyuluh BPP Patok Beusi bersama petani
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Metode penyuluhan pertanian pada dasarnya merupakan suatu pernyataan mengenai kebijakan yang menjadi pedoman dalam pengambilan keputusan dan dilaksanakan secara konsisten. Sebagai proses pembelajaran, ada beberapa prinsip penyuluhan.
Pertama, mengerjakan. Artinya, kegiatan penyuluhan harus sebanyak mungkin melibatkan masyarakat untuk menerapkan sesuatu. Kedua, akibat. Artinya kegiatan penyuluhan pertanian harus memberikan dampak yang memberi pengaruh baik.
Ketiga, asosiasi. Artinya, kegiatan penyuluhan harus saling terkait dengan kegiatan lainnya. Misalnya, jika seorang petani berjalan di sawahnya, kemudian melihat tanaman padinya terserang hama, maka petani akan berupaya melakukan tindakan pengendalian.
Karena itu sebagai seorang pejabat fungsional, seorang penyuluh pertanian dituntut mempunyai suatu kebebasan, sehingga dalam menjalankan tugas harus pro aktif dan bebas bergerak yang tidak harus menunggu komando. Nah, terkait dengan strategi mengawal produksi pangan di masa pandemi covid 19, ada beberapa langkah yang bisa dikerjakan.
Pertama, bergerak aktif bersama Pimpinan Daerah (Kepala Desa, Camat, Bupati/Walikota, Gubernur) melakukan penyuluhan dalam rangka peningkatan produksi. Kedua, meningkatkan jejaring kerja dengan Instansi pemerintah lainnya dan swasta di daerah untuk meningkatkan produksi.
Ketiga, meningkatkan peran pemimpin non formal kemasyarakatan (KTNA, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Asosiasi, Organisasi Profesi dll) dalam upaya peningkatan produksi pangan. Keempat, meningkatkan sinergitas dan program pertanian dengan kantor/lembaga lainnya.