Tuesday, 03 August 2021


Awal Agustus, 2.168 Penyuluh THL-TBPP Bersiaplah Sertifikasi Kompetensi

16 Jul 2021, 22:12 WIBEditor : Gesha

Penyuluh Blitar sedang menggelar sertifikasi kompetensi penyuluh | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Sebanyak 2.168 Penyuluh Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) tahun 2021 yang belum diangkat menjadi Penyuluh Pertanian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan mengikuti sertifikasi kompetensi. Sudah siap?! 

"Untuk meningkatkan produksi pertanian, perbaikan kualitas sumberdaya manusia menjadi utama sebab peningkatan produktivitas bukan hanya karena teknologi terbaru, benih bagus saja tetapi juga peningkatan kapasitas dan keterampilan insan pertaniannya yaitu penyuluh dan petani, " ungkap Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi dalam setiap kesempatan. 

Dedi sendiri menitikberatkan kapasitas dan keterampilan Penyuluh khususnya kompetensi mereka perlu ditingkatkan. Sebab penyuluh menjadi penentu suksesnya keberhasilan pertanian. 

"Mereka (penyuluh) adalah garda terdepan untuk meningkatkan kualitas petani. Mereka juga menjadi perantara informasi dari petani dan kepada petani, " tambahnya. 

Karenanya, perhatian Kementerian Pertanian akan kompetensi penyuluh terus ditingkatkan. Meskipun masa pandemi masih terus berlangsung, Kementan tidak pernah berhenti menyiapkan SDM Pertanian yang handal dan profesional. 

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Leli Nuryati merinci, jumlah penyuluh Pertanian saat ini terdiri dari PNS (25.707 orang), CPNS (369 orang), PPPK (11.590 orang), dan THL TBPP (2.168 orang). 

"Sebanyak 2.168 orang ini adalah Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THLTBPP) yang belum lulus menjadi PPPK, berasal dari 33 Provinsi, 266 Kabupaten/Kota, " tambahnya. 

Baca Juga : Penyuluh Reaktif atau Positif COVID 19, Masih Bisa Ikut Sertifikasi Kompetensi?

Lebih lanjut Leli menjelaskan, sertifikasi kompetensi ini untuk memberikan pengakuan kompetensi profesi bagi THL-TBPP sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Adapun THL TBPP yang mengikuti sertifikasi kompetensi ini untuk lulusan SMK Pertanian/ SLTA Non Bidang Pertanian dan sederajat, Diploma Dua (D II) serta Diploma tiga (D III), sampai S1 yang tidak linier rumpun pertanian.

"Kita akan lakukan sertifikasi kompetensi bagi mereka, 3 Agustus- 6 Agustus 2021. Metode sertifikasi dilakukan secara online (untuk 1.898 orang) dan offline (untuk 270) orang, " beber Leli. 

Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) juga telah menunjuk 9 Tempat Uji Kompetensi (TUK), mulai dari Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi, BPP Lampung, Balai Besar Pelatihan Peternakan dan Kesehatan Hewan Cinagara (BBPPKH), Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, BBPP Batu, BBPP Ketindan, BBPP Kupang, BBPP Batangkaluku, dan BBPP Binuang. 

Proses Sertifikasi

Mengenai proses sertifikasi, Leli menerangkan bahwa proses dimulai dari masuknya data asesi (calon peserta sertifikasi) dari Pusluhtan ke Lembaga Sertifikasi Profesi Pertanian (LSP Pertanian) dan masuk ke TUK.

"Dari masing-masing TUK ini akan mengabari melalui surat resmi kepada masing-masing asesi untuk menghadiri proses sertifikasi di TUK, " benernya. 

Penyuluh yang mendapatkan surat undangan sertifikasi kemudian mendaftar (pra asesmen) untuk mengisi APL 01 (Data permohonan sertifikasi kompetensi) dan APL 02 (Assesment Mandiri) melalui aplikasi SISTER yang bisa diakses di http://lsp.pertanian.go.id//.

Kemudian, datang atau hadir virtual pada hari asesmen pada TUK yang ditunjuk. Karena metode assesmentnya portofolio, penyuluh diharapkan menyediakan dokumen pendukung, dari bentuk fisik maupun soft file

Leli juga meyakini, proses assesment ini tidak akan sulit dilakukan oleh penyuluh THL-TBPP karena sesuai dengan sistem sertifikasi yang selama ini sering dilakukan penyuluh.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018