
Mentan SYL kunjungi agribisnis Porang di Madiun
TABLOIDSINARTANI.COM, Sidrap---Perkebunan porang yang berlokasi di Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulsel, menjadi salah satu sekolah porang bagi siapa saja yang ingin belajar budidaya tanaman yang tengah naik pamor itu.
Untuk mengetahui kondisinya, Bupati Sidrap, Dollah Mando, Kamis (5/8) berkunjung ke lokasi kebun porang yang dikelola Kelompok Tani Semangat Milenial. Bupati didampingi Kadis dan Kabid Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sidrap.
Bupati bersama rombongan, diterima salah seorang pengelola kebun porang Semangat Milenial, Ade Amin, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah (Pemda) melalui Bupati Sidrap.
Menurutnya, kunjungan Bupati Sidrap itu, tentunya memberi semangat kepada kami para petani millenial, dan berharap kedepannya, kehadiran Bupati dan Kadis TPH Bun Sidrap, bisa mendorong lebih baik untuk porang di Sidrap.
Karena kebun porang di Sidrap, Sulsel yang dibina sejak awal Wakil Ketua DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif, S.IP, MM, kata Ade Amin, sudah menjadi percontohan di seluruh Indonesia. Bahkan menjadi pusat belajar, sehingga sekolah porang dibuat untuk mengajari petani lain tentang budidaya porang.
Sementara itu, Syaharuddin Alrif, yang juga Sekretaris DPW Nasdem Sulsel mengatakan, mengapresiasi atas kunjungan Bupati Sidrap bersama Dinas terkait. Sebagai inisiator porang Indonesia, berharap tetap kerjasama dengan Pemda Sidrap. “Kita harapkan niat kami untuk menjadikan daerah ini sebagai lumbung porang nasional ini, Insya Allah, bisa terwujud,” katanya.
Syharar juga berharap masyarakat dapat didorong untuk memanfaatkan lahan tidurnya supaya bisa ditanami porang guna mendongkrak peningkatan ekonomi bagi petani. "Tanaman porang tidak terlalu ribet budidayanya, Karena habitatnya tumbuh liar. Dengan sentuhan bertani secara intensif dan modern, insya allah, kami optimis hasilnya bisa maksimal untuk petani,” tuturnya.
Syahar juga meminta petani berkerjasama dengan BPP dan Penyuluh diseluruh Kabupaten Sidrap, agar langkah bisa seirama untuk mewujudkan niat memanfaatkan lahan tidur untuk tanam porang.
Kedepannya, lanjut Syahar, setelah hulu (budidaya porang sudah diketahui masyarakat), pada akhir tahun ini dihilirisasi industri akan dibangun untuk memenuhi permintaan ekspor dari negara Asia, seperti Jepang, China dan negara Eropa.