Wednesday, 01 December 2021


Bukti Pendidikan Vokasi Berhasil, Mahasiswa Polbangtan Bogor Raih Sederet Prestasi

26 Nov 2021, 09:52 WIBEditor : Gesha

Mahasiswa Polbangtan Bogor raih penghargaan di Hari Pahlawan. | Sumber Foto:Polbangtan Bogor

TABLOIDSINARTANI.COM, BOGOR - Penguatan pendidikan vokasi yang dilakukan Kementerian Pertanian, kini memperlihatkan hasil. Buktinya, Ade Putra, Mahasiswa Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH) Semester V Polbangtan Bogor, UPT di bawah Kementan, menjadi mahasiswa berprestasi pada November 2021.

Mahasiswa tugas belajar di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor ini patut diacungi jempol karena dapat membanggakan kampus Polbangtan Bogor baik tingkat Nasional maupun Internasional. Ade Putra menjadi salah satu mahasiswa yang cukup inspiratif, ia juga mampu meraih berbagai penghargaan atas minat dan bakatnya di bidang menulis. Ade berhasil masuk dalam nominasi dan berhasil mengharumkan nama kampus yang dia bawa dibawah bimbingan dosen Ibu Endang Endrakasih dan Ibu Robiah.

Beberapa deretan prestasi yang diraih oleh Ade Putra adalah Perwakilan Pertemuan Mahasiswa se-ASIA tahun 2019, Kandidat Peserta Pertukaran Pemuda Asia Chapter 3 Jepang Tokyo tahun 2020, Juara 1 Lomba Menulis Puisi dan Cerpen dan Penulis Buku "Selembar Daun Pisang" tahun 2020, Juara 1 Lomba Menulis Puisi dan Cerpen dan Penulis Buku "Cinta Sekuntum Bunga" 2020, Penulis Terpilih Tingkat Nasional 2020 dan Penulis Buku "Candra Mawa Hidup".

Ia juga menjadi Penulis Terbaik Tingkat Nasional 2020 dan Penulis Buku "Berselancar Meniti Cinta", Penulis Terbaik Tingkat Nasional 2020 dan Penulis Buku "Misteri Jodoh",  Penulis Terpilih Pentigraf Tingkat Nasional dan Penulis Buku "Setetes Aksa Diranting Aksara" 2021. Serta Juara 1 Lomba Menulis Karya Tulis Ilmiah dibidang Pertanian dan Penulis Tunggal Buku Inovasi Pertanian dan Penulis Tunggal Buku "Inovasi Terkini Pemanfaatan Talas (Colocasia esculenta (L.) Menjadi Bakso Talas Khas Bogor" tahun 2021.

“Saya percaya kesempatan tidak datang dua kali dan ini adalah kesempatan saya sebagai mahasiswa untuk dapat mengikuti perlombaan sebagai mahasiswa, dimana saya dapat berkreasi dan mengepakkan sayap,” ujarnya.

Ade menambahkan, selama menjadi mahasiswa dia merasa ada waktu luang untuk berprestasi. “Berbeda waktu saya jadi PNS yang sibuk dengan aktivitas harian dari pagi sampai petang dan susah mendapat peluang untuk ikut perlombaan karena perlombaan banyak diperuntukkan untuk anak sekolahan atau mahasiswa,” katanya.

Menurutnya, tidak ada kata terlambat kalau kita berusaha, sehingga dirinya percaya kesempatan akan datang disaat yang tepat dan itu saya alami. "Saya tidak pernah berharap meraih juara, tetapi dengan meraih suatu kejuaraan saya dapat memacu dan membuktikan diri sendiri sejauh mana kemampuan saya dan walaupun saya tidak muda lagi tetapi saya tetap berprestasi,” imbuhnya.

Anak bungsu dari 18 bersaudara ini menjabarkan prinsip hidup yang dianutnya. “Saya meyakini hanya 3 hari kesempatan hidup kita didunia ini dan saya harus memanfaatkan waktu itu sebaik mungkin. Hari pertama adalah hari kemarin yang sudah berlalu dan tidak bisa diulangi tetapi bisa dijadikan pengalaman. Hari kedua yaitu hari ini yang kita jalani dan harus dijalani, disyukuri dan dimanfaatkan sebaik mungkin supaya tidak ada penyesalan. Hari ketiga yaitu hari esok yang masih menjadi rahasia Ilahi Rabbi dan kalau hari esok masih diberi kesempatan hidup maka pantas untuk disyukuri dengan mengerjakan hal-hal yang positif," katanya.

Prestasi Ade juga diraih atas dorongan dan dukungan dari jajaran pimpinan Polbangtan Bogor, khususnya Detia Tri Yunandar selaku Direktur Polbangtan Bogor, serta kepada semua pihak yang tidak disebut satu persatu.

“Saya merasa sangat bahagia dan bersyukur atas semua karunia yang Tuhan berikan kepada saya. Harapan saya semoga saya bisa menjadi contoh untuk mahasiswa yang lainnya, dimana saya yang mahasiswa tugas belajar yang umurnya sudah tua saja bisa berprestasi masak mahasiswa lain yang masih muda tidak bisa. Semoga apa yang saya raih dapat dilanjutkan oleh mahasiswa lainnya untuk dapat berprestasi," tukasnya.

Prestasi mahasiswa sekolah vokasi seperti ini diapresiasi juga oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang  meyakini kaum milenial yang inovatif dan memiliki gagasan yang kreatif mampu mengawal pembangunan pertanian yang maju, mandiri, modern. "Pemerintah Indonesia terus mendorong peran penting sektor pertanian dalam menciptakan lapangan kerja di pedesaan, meningkatkan pendapatan keluarga petani, serta memastikan ketahanan pangan nasional. Regenerasi petani merupakan harga mati yang harus segera kita realisasikan bersama," tegas Mentan SYL.

Menurutnya, pendidikan vokasi punya peran penting hasilkan petani milenial yang berjiwa entrepreneur. “Melalui pendidikan vokasi kita menghubungkan dengan industri-industri agar lulusannya sesuai dengan kebutuhan, dan siap untuk hal-hal yang baru,” tambahnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP),  Prof. Dedi Nursyamsi, senada dengan hal itu. Menurutnya, pertanian harus didukung kalangan milenial sebagai generasi muda. “Mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia,” tegasnya.

Reporter : Mulyana/Ardianinda Wisda
Sumber : Polbangtan Bogor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018