Wednesday, 21 October 2026


Kembangkan Agribisnis Pertanian, Petani Milenial Maros Terima Dana KUR

07 Mar 2022, 09:53 WIBEditor : Herman

Pelatihan Agribisnis Smart Farming

TABLOIDSINARTANI.COM, Gowa --- Setelah mendapatkan konsep agribisnis smart farming di Pusat Pelatihan Manajemen Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi (26/02). 10 petani milenial asal Sulsel akan mengimplementasikan konsep bisnis pertanian modern, pertanian cerdas dengan menggunakan teknologi pertanian berbasis IT serta IoT pada aktivitas pertaniannya. 

“Yang terpenting adalah segera menerapkan ilmu smart farming dan kami akan mentransfer ilmu yang kami dapatkan ke pemuda daerah kami agar mereka juga menerapkan di lokasi masing-masing”, ujar Akmal salah satu peserta. 

Akmal tercatat sebagai peserta yang pada akhir kegiatan menerima KUR sebesar 100 juta. “Semoga dana ini bisa kami manfaatkan sebesar-besarnya untuk usaha kami,” tambah Akmal. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah berkomitmen untuk  mencetak 2,5 juta petani milenial. “Untuk itu Kementan mengembangkan kapasitas Petani Milenial dan mendorong mereka untuk terjun ke dunia bisnis pertanian dengan fasilitas pinjaman tanpa agunan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR)”, ujarnya. 

Sementara Kepala Badan PPSDMP, Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa Pelatihan Agribisnis Smart Farming adalah langkah konkrit Kementan dalam mencetak petani milenial.

"Petani Indonesia pada umumnya masih rendah dalam memanfaatkan teknologi dan mengakses informasi,  ditambah lagi dengan kurangnya minat generasi muda untuk terjun di bidang pertanian. Maka langkah konkrit yang dilakukan antara lain dengan mengadakan Pelatihan Smart Farming Program YESS dan Millennial Agriculture Forum (MAF) bagi generasi milenial,” tegasnya. 

Lebih lanjut Dedi menyampaikan, Menteri Pertanian selalu berpesan bahwa “pembangunan pertanian ke depan akan semakin mengandalkan para petani muda dengan teknologi digital, terutama sebagai strategi untuk memperkuat produksi dan distribusi. Smart farming merupakan bagian dari berkembangnya ilmu pengetahuan di bidang pertanian terutama di era internet dan sebagai solusi atas berkurangnya lahan pertanian”. 

“Pemerintah pada saat ini memang sedang gencar menjadikan Pertanian sebagai sektor strategis yang dapat menyerap tenaga kerja, penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB), sumber devisa, sumber bahan pangan, serta pendorong bergeraknya sektor-sektor ekonomi. Terlebih dikarenakan lesunya sektor lain disebabkan pandemi covid-19 yang belum juga usai,” tutupnya.

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018