Wednesday, 10 August 2022


BBPP Ketindan Latih Petani Merauke Budidaya Padi Spesifiki Lokasi

31 May 2022, 13:22 WIBEditor : Yulianto

Pelatihan budidaya spesifik lokasi untuk petani di Merauke | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Merauke---Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke menggelar diklat tematik budidaya padi spesifik lokasi untuk petani di daerah perbatasan, tepatnya di Kampung Urumb Distrik Semangga, Kabupaten Papua.

Diklat yang diikuti 30 orang  petani ini berasal dari Kampung Urumb, Kampung Matara, Kampung Anasai dan Kampung Waninggap Nanggo Distrik Semangga di Kabupaten Merauke. Sebagai langkah strategis mendukung kedaulatan pangan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para petani sebagai bekal dalam rangka penerapan teknologi budidaya padi spesifik lokasi.

Melalui model pembelajaran Experiential Learning Cycle, peserta melewati serangkaian tahapan yakni pengalaman nyata, tahap observasi refleksi, tahap konseptualisasi, dan tahap implementasi serta menerapkan di lahan masing-masing.

Munanto Haris sebagai widyaiswara dan koordinator akademik pelatihan dari BBPP Ketindan mengatakan, bahwa pola pelatihan ini adalah 30 persen teori dan 70 persen praktik. Materi yang disampaikan ini sangat mendukung kemajuan pertanian di Merauke, khususnya tentang budidaya padi spesifik lokasi.

Pelatihan antara lain mengenai paket teknologi budidaya padi, seleksi benih dan persemaian padi, sistem jajar legowo, sistem pengairan basah kering serta pengendalian hama dan penyakit terpadu.

"Keberhasilan diklat ini jika bermanfaat dan diterapkan alumni di lahannya masing-masing. Tentunya harus didampingi terus oleh penyuluh pertanian secara intensif melalui demonstrasi plot maupun sekolah lapang padi,” katanya.

Sementara itu, Erny Widayanti, Plh. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke berharap, setelah diklat usai seluruh peserta dapat meningkatkan kapasitas serta kompetensinya. “Dengan berkembangnya wawasan berpikir secara konfrehensif bagi petani, semua itu bisa meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani dalam teknik budidaya padi spesifik lokasi sehingga produktivitas padi meningkat, kesejahteraan petani juga meningkat,” tegas Erny.

Kementerian Pertanian (Kementan) berusaha keras mewujudkan kedaulatan pangan melalui berbagai program strategis. Untuk mewujudkannya diperlukan dukungan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan mengupayakan peningkatan  kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan yang didukung program strategis. Misalnya, Kostratani, Penyuluhan Pelatihan dan Pendidikan Vokasi Bagi Penumbuhan Pengusaha Milenial di Bidang Pertanian serta Mendukung Program-Program Kementerian Pertanian.  

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan perlunya memfasilitasi generasi milenial dan meningkatkan pengetahuan serta kemampuan mereka melalui pelatihan. "Kita ubah pola pikir generasi milenial bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan terlebih di tengah pandemi ini," ujarnya.

Sedangkan pengembangan SDM Pertanian diarahkan  pada peningkatan pengetahuan,  keterampilan dan sikap untuk membentuk kepribadian yang mandiri bagi SDM pertanian, khususnya  petani. Selain itu, memotivasi agar petani mampu meningkatkan kapasitas individu demi kemajuan usaha taninya.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, sering menyampaikan di berbagai kesempatan pentingnya peningkatan SDM. "Jika ingin pertanian maju, majukan dahulu kualitas SDM. Karena SDM yang berkualitas bisa menghadirkan inovasi dan terobosan-terobosan yang dibutuhkan pertanian," ujar Dedi. 

Reporter : Munanto Haris/ Yeniarta
Sumber : BBPP Ketindan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018