
Pelatihan pemanfaatan UI Vision untuk undudh data di Simluhtan
TABLOIDSINARTANI.COM, Bangkalan---Untuk meningkatkan kualitas data dan memudahkan penyuluh pertanian, Kementerian Pertanian membuat sebuah Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (Simluhtan). Sayangnya banyak penyuluh terkendala lamanya upload data petani ke Simluhtan, sehingga menyita waktu dan kuota.
Sebagai contoh, dengan memasukkan satu data petani yang menggunaan NIK, bisa mebutuhkan waktu 2-3 menit. Kondisi ini banyak dikeluhkan admin Simluhtan. Tapi kendala tersebut kini bisa diatasi dengan tangan inovasi Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Rhomadona.
Dirinya menemukan cara cepat dalam membantu proses upload data petani ke Simluhtan dengan menggunakan UI Vision. Rhomadona atau lebih akrab disapa Dona menjelaskan, UI Vision adalah web automation berbasis RPA (Robotic Program Automation).
Dona mengatakan, UI Vision dapat mengekstrak suatu data dalam website seperti tulisan dan gambar. Kemudian disimpan dalam format tertentu. Dapat pula berfungsi mengisi formulir secara otomatis dan menavigasi situs web yang kompleks tanpa campur tangan pegguna, sehingga secara otomatis menjalankan web browser dengan sendirinya. “Dengan UI Vision, admin dapat melakukan upload data dalam jumlah besar, menghapus data serta mengecek data yang sudah di upload,” katanya.
Simluhtan merupakan aplikasi yang berisikan data kelembagaan penyuluhan pertanian, data ketenagaan penyuluhan dan data kelembagaan petani. Pada tahun 2022 ini, Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) dan Pusat Data Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) mengembangkan aplikasi Simluhtan.
Simluhtan 2022 sangat berbeda dengan Simluhtan tahun 2014 saat pertama sistem ini dirilis. Penggunaan aplikasi Simluhtan berbasis data petani menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) karena terintegrasi langsung dengan dukcapil pusat dan aplikasi rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). Aplikasi Simluhtan juga berisi data dasar terkait data bantuan pupuk serta terintegrasi dengan program di Direktorat Jenderal teknis lainnya.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bangkalan, Puguh Santoso, mengapresiasi inovasi ini. Untuk menyebarkan inovasi ini, beberapa waktu lalu digelar workshop bertema: Penggunaan Extension UI Vision untuk Mempercepat Proses Upload Simluhtan. Workshop dihadiri 40 peserta yang terdiri dari 18 admin Simluhtan, 18 penyuluh wilayah binaan, Koordinator Jabatan Fungsional, dan Ketua Perhiptani.
Data Sebenarnya
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi mengingatkan, untuk mengisi data ke dalam Simluhtan harus diinput apa adanya jangan di mark-up, termasuk kebutuhan pupuk. Jika petani mempunyai lahan sawah harus jelas lokasinya, terutama sumbu koordinatnya dan deliniasinya.
“Jadi harus ada data spasial, sehingga tidak bisa berbohong. Tolong isi data petani, luas lahan dan indeks pertanaman yang sebenarnya. Jangan ditambah-tambahkan. Selama kita jujur, kita akan berhasil dan sukses dalam pengalokasian anggaran, termasuk subsidi pupuk,” tegasnya.
Sesuai rekomendasi KPK, Dedi menegaskan, Simluhtan menjadi dasar, referensi dan patokan untuk seluruh program Kementerian Pertanian, termasuk alokasi benih dan pupuk subsidi, serta bantuan alsintan. “Semua itu nantinya berdasarkan data Simluhtan,” katanya.
Karena itu lanjut Dedi, jika ada petani belum masuk data Simluhtan, maka tugas penyuluh memasukkan petani tersebut ke dalam kelompok tani (Poktan). Namun jika belum ada Poktan, penyuluh mengajak petani membentuk Poktan baru.
Dedi juga mengingatkan agar penyuluh meng-update kepemilihan lahan petani. Jika ada yang petani meninggal, maka penyuluh wajib mengganti data dengan hak warisnya. “Jangan sampai ada petani yang meninggal, tapi data kepemilikan lahan di Simluhtan masih sama.Jadi saya minta update Simluhtan setiap saat,” katanya.
Bahkan Dedi meminta agar data petani di Simluhtan diperbaiki dua kali dalam setahun. Pasalnya, menurut Dedi, data e RDKK akan terkait dengan Simultan yang isinya ada data petani, kelembagaan petani, luas lahan dan tanam. “Semua ini harus disiapkan penyuluh,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Roby Darmawan, mengatakan proses pengembangan Simluhtan yang telah dan sedang dilakukan sampai dengan akhir 2021 yaitu integrasi data, pemanfaatan data, redesign Simluhtan dan mobile aplikasi android.
“Aplikasi Simluhtan merupakan data dasar yang terkait data bantuan pupuk dan program di Ditjen teknis lainnya. Tim Pusdatin mengembangkan Simluhtan versi terbaru dari tampilan dan juga fitur,” kata Roby.
Spesifikasi teknis Simluhtan versi terbaru yaitu updating teknologi berbasis web pada aplikasi Simluhtan, perubahan desain antar muka (user interface) dan kemudahan penggunaan aplikasi (user experince). “Simluhtan 2022 menggunakan web server aplikasi centos 7, database server centos 7, database my sql 5.7, sedangkan untuk alamat web di https://simluh.pertanian.go.id,” katanya