Sabtu, 24 Februari 2024


Jawa Tengah Pelaksana Terbaik Replikasi Teknologi CSA

04 Jan 2024, 14:02 WIBEditor : Herman

Penyerahan Penghargaan Provinsi Terbaik sebagai Pelaksana Replikasi Teknologi Climate Smart Agriculture (CSA) | Sumber Foto:Istimewa

Jakarta --- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima Penghargaan Provinsi Terbaik sebagai Pelaksana Replikasi Teknologi Climate Smart Agriculture (CSA), Serapan & Pelaporan Kegiatan SIMURP Tingkat Nasional Tahun 2023 dari Kementerian Pertanian RI.

Pada acara penyerahan penghargaan yang dilaksanakan di  Trembesi Hotel - BSD,  Serpong Jakarta ini, Pusat Penyuluhan Pertanian mengundang 10 provinsi dan 24 kabupaten pelaksana SIMURP.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian berlaku  sebagai unit pelaksana proyek tingkat nasional atau NPIU (National Project Implementation Unit) dari SIMURP (Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project).

SIMURP sendiri  merupakan integrasi dari 4 Kementerian/Lembaga (K/L), yaitu Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Pertanian.

BPPSDMP dipercaya untuk mendorong indikator capaian peningkatan IP dari 180% menjadi 200%.  Untuk mencapai tujuan tersebut, NPIU BPPSDMP menyusun pendekatan menggunakan teknologi budidaya Pertanian Cerdas Iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA).

Dampak perubahan iklim global belakangan ini sudah semakin nyata, antara lain  dengan meningkatnya suhu udara, naiknya permukaan air laut dan perubahan pola musim hujan dan kemarau yang semakin tidak menentu.

Perubahan fenomena alam yang ekstrem ini mempengaruhi kegiatan budidaya tanaman dan penerapan teknologi dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Di lain pihak, permasalahan yang sama juga terjadi di berbagai negara.  Sehingga  negara-negara pemasok bahan pangan dunia dalam memasarkan cadangan pangan   juga dipengaruhi oleh perubahan iklim global di negara masing-masing.

Untuk mengantisipasi dampak negatif perubahan iklim global, pemerintah telah Menyusun strategi untuk mengatasi persoalan dan ancaman perubahan iklim, baik mitigasi maupun adaptasi, yang ditetapkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pengamanan Produksi Beras Nasional dalam menghadapi Kondisi Iklim Ekstrem.

Salah satu strategi pemerintah untuk mengantisipasi dampak negatif perubahan ekstrem iklim global adalah membangun Pertanian Cerdas Iklim dan Modernisasi Pertanian. Penerapan metode CSA diklaim mampu meningkatkan produksi dan kualitas hasil pertanian meski di tengah iklim yang berubah sekaligus memastikan pertanian berkelanjutan.

Dalam hal ini fungsi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai ujung tombak terdepan sosialisasi dan pendampingan  program serta  Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai basis PPL sangat penting. Sehingga pada pada kesempatan yang sama juga disampaikan Penghargaan Kegiatan SIMURP Kategori Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Penyuluh Pertanian (PPL),

Untuk provinsi Jawa Tengah penghargaan kategori Penyuluh Pertanian  diterima oleh Hikmah Agustin, SP, MM dari BPP Pejagoan Kabupaten Kebumen. sedang kategori BPP diterima oleh BPP Banyuurip, Kel Boro kulon, Kecamatan Banyuurip, Kab. Purworejo

Kelompok tani dan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) sebagai pelaksana utama program CSA di hulu dan di hilir, merupakan pihak yang langsung berhadapan dan menanggung resiko dampak perubahan iklim global. Secara turun temurun para petani telah mempunyai tata nilai dan budaya khusus terhadap tanaman padi.

Hanya dalam melaksanakan Pertanian Cerdas Iklim atau CSA (Climate Smart Agriculture) mereka butuh dukungan agar tahu, mau dan mampu melaksanakan CSA.  Tiga prinsip CSA di tingkat usahatani, Pertama, CSA menghadapi resiko, yakni teknologi yang digunakan bertujuan menghadapi risiko yang terkait dengan iklim atau cuaca seraya meningkatkan ketahanan pangan.

Kedua, CSA memiliki manfaat bagi peningkatan produktivitas serta ketangguhan dan mitigasi. Ketiga, CSA bersifat spesifik konteks ruang dan waktu, yakni teknologi yang digunakan secara sosial dan kultural sesuai untuk lokasi tertentu dan penggunaannya pada waktu tertentu pula.

Budidaya tanaman padi dengan menggunakan metode CSA bersifat: input rendah,hemat biaya saprodi, hemat air, adaptif terhadap perubahan iklim, dapat mengembalikan kesuburan tanah, serta dapat menurunkan emisi gas rumah kaca.

Penjabaran Paket teknologi kegiatan penerapan CSA pada tanaman padi   mencakup beberapa komponen diantaranya Penentuan waktu tanam berdasar kalender tanam, olah tanah dengan pembajakan dalam, penggunaan bahan organik/membuat pupuk organik/MOL, penggunaan perangkat uji tanah sawah untuk menentukan dosis pupuk dasar (pupuk P) serta N dan K, penggunaan bibit unggul, rendah emisi dan bermutu (melakukan uji benih),

Selain itu ada juga melakukan uji kimia dan biologi tanah, penggunaan bibit usia muda (10-15 hss), tanam jajar legowo dengan 2-3 bibit/lubang pada kondisi macak-macak, pemberantasan gulma secara manual ataupun dengan gasrok, penerapan Pengendalian OPT Terpadu untuk preventif secara organik.

Kagiatan lain ialah pengukuran emisi di lapang dan teknologi irigasi hemat air (intermittent dan alternate wet and drying /AWD) di lahan padi sawah, panen dengan tingkat kehilangan rendah, dan penanganan pasca panen dan penyimpanan

Untuk menunjang keberhasilan usaha tani (on farm), petani didorong mengembangkan usaha off farm yaitu  usaha hulu petani dapat berupa sarana produksi: pupuk, pestisida, pengadaan benih,bibit, pakan ternak, pupuk, pestisida, dan alat mesin pertanian dan lain-lain.

Dilanjutkan dengan usaha hilir terdiri atas pengadaan/pemasaran hasil produksi: tanaman pangan dan tanaman hortikultura., alat mesin pengolahan seperti: pengolah bawang goreng,pengolah kripik buah (vacuum frying), pengolah selai/dodol, pengolah juice buah-buahan, mesin sortasi buah.

Atas hasil penilaian dari Tim, Kelompok Tani Mulyo Tani desa Kamulyan, kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen mendapat penghargaan kategori Kelompok tani dan  Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) : Arutala Agro, desa Sumber rejo, Kecamatan  Purwodadi , Kabupaten. Purworejo, menerima penghargaan kategori KEP.

Plaket penghargaan kategori Provinsi Pelaksana Terbaik tersebut diterima Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Ir. Himawan  mewakili Kepala Dinas.

 

Reporter : Djoko W
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018