
Setelah lulus masa basis, ratusan mahasiswa Polbangtan Kementan kini resmi dikukuhkan dan siap berperan aktif dalam mengembangkan sektor pertanian modern demi mendukung ketahanan pangan Indonesia.
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Setelah lulus masa basis, ratusan mahasiswa Polbangtan Kementan kini resmi dikukuhkan dan siap berperan aktif dalam mengembangkan sektor pertanian modern demi mendukung ketahanan pangan Indonesia.
Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menggelar pengukuhan mahasiswa baru pada Sabtu (30/11/2024) di Aula Kampus Cibalagung.
Pengukuhan ini menandai berakhirnya masa basis bagi mahasiswa tahun ajaran 2024/2025, sekaligus menjadi awal perjalanan mereka dalam dunia pendidikan vokasi di bidang pertanian.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menegaskan bahwa status sebagai mahasiswa Polbangtan bukan sekadar perjalanan meraih gelar akademik, tetapi juga proses pembentukan kompetensi dan karakter.
“Tujuan dari perjalanan ini bukan hanya mendapatkan gelar, tetapi mencapai kompetensi yang mencakup pengetahuan, keterampilan, sikap, dan karakter. Masa kemahasiswaan adalah fondasi penting bagi karier masa depan,” ujar Yoyon.
Masa basis yang berlangsung dari 1 September hingga 29 November bertujuan mengasah kedisiplinan, kemandirian, serta tanggung jawab mahasiswa.
Selama periode ini, mahasiswa diajak beradaptasi dengan lingkungan baru yang menuntut mereka menjalani pola hidup terstruktur dan penuh tantangan.
Hasilnya, empat mahasiswa dengan performa terbaik berhasil meraih penghargaan: Muhammad Rasyid Idul Fitri (Prodi PPB), Septi Rizki Utul Umamah (Prodi TMP), Eka Syahbada Arrizky (Prodi PPKH), dan Ghinna Tilawaty Diennur (Prodi Kesehatan Hewan).
Proses penerimaan mahasiswa baru Polbangtan Bogor terdiri dari empat jalur, yakni jalur undangan bagi siswa berprestasi, jalur tugas belajar bagi PNS, jalur umum untuk lulusan SMA/sederajat, dan jalur prestasi di bidang olahraga, kesenian, serta keilmuan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam keterangannya menyoroti pentingnya generasi muda dalam menghadapi tantangan global di sektor pertanian.
“Generasi muda memiliki potensi besar untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas. Kami berharap mereka terus mengasah keterampilan agar menjadi agen perubahan dan mendukung ketahanan pangan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa pendidikan vokasi di Polbangtan tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga mengembangkan kemampuan ekspresi dan solusi kreatif.
“Ini bukti bahwa pendidikan vokasi mampu mencetak generasi yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga peduli terhadap masa depan pertanian Indonesia,” tuturnya.


