Wednesday, 04 November 2026


Koordinator Penyuluh BPP Comal: Penarikan Penyuluh ke Pusat Bisa Tingkatkan Koordinasi Pertanian

27 Apr 2025, 14:04 WIBEditor : Gesha

Koordinator Penyuluh BPP Comal, Girang Suyadya Widagdo, mendukung penarikan penyuluh ke pusat untuk memperkuat koordinasi dan memperbaiki pelayanan penyuluhan pertanian di seluruh Indonesia.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Koordinator Penyuluh BPP Comal, Girang Suyadya Widagdo, mendukung penarikan penyuluh ke pusat untuk memperkuat koordinasi dan memperbaiki pelayanan penyuluhan pertanian di seluruh Indonesia.

Girang Suyadya Widagdo, Koordinator BPP Comal, Kabupaten Pemalang, menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah yang akan menarik penyuluh pertanian ke pusat.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar penyuluhan pertanian di lapangan bisa lebih terkoordinasi dengan baik.

“Dengan penarikan penyuluh ke pusat, diharapkan ada satu komando yang jelas dalam setiap kegiatan penyuluhan, tidak ada lagi kebijakan yang berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya,” ungkap Girang saat ditemui setelah Apel Siaga.

Girang menjelaskan, selama ini penyuluh di lapangan sering menghadapi tantangan karena adanya perbedaan kebijakan dari kepala daerah masing-masing.

Hal ini membuat kinerja penyuluh menjadi tidak seragam dan terkadang kurang maksimal dalam memberikan layanan kepada petani.

Selain itu, Girang juga mengapresiasi program-program pemerintah pusat, seperti percepatan tanam dan penggunaan aplikasi digital untuk memantau kinerja penyuluh.

"Program-program ini sangat membantu dalam meningkatkan kinerja penyuluh dan mempermudah pemantauan di lapangan," tambahnya.

Namun, ia juga menyoroti pentingnya adanya penghargaan bagi penyuluh yang berprestasi. "Selama ini, kami merasa belum mendapatkan perhatian yang cukup.

Sebuah penghargaan atau insentif untuk penyuluh berprestasi bisa menjadi motivasi tambahan," kata Girang.

Girang berharap bahwa dengan adanya kesamaan tujuan antara pusat dan daerah, sektor pertanian Indonesia bisa lebih maju, terutama dalam hal ketahanan pangan.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018