
Dua UPT Kementan gandeng tangan perkuat peternakan nasional
TABLOIDSINARTANI.COM, Purwokerto---Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara menggandeng Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden dalam penyelenggaraan pelatihan teknis sapi perah bagi aparatur maupun non-aparatur peternakan.
Gandeng tangan dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Pertanian diharapkan makin meningkatkan kualitas dan relevansi output pelatihan. Kerja sama ini diarahkan untuk menyelaraskan kurikulum pelatihan dengan standar teknis terkini di lapangan.
Kunjungan tim BBPKH Cinagara ke BBPTUHPT Baturraden pada Kamis (5/2) menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi pelaksanaan pelatihan sapi perah yang lebih aplikatif dan berbasis kebutuhan industri.
Kepala BBPTUHPT Baturraden, Dani Kusworo menyampaikan, unitnya memiliki fasilitas lengkap yang sangat mendukung kegiatan pelatihan, khususnya pada pengembangan sapi perah. “Dengan fasilitas yang lengkap serta penerapan prinsip animal welfare yang telah berjalan dengan baik, hal ini menjadi daya tarik sekaligus nilai tambah bagi peserta pelatihan di bidang peternakan dan kesehatan hewan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty berharap kolaborasi ini mampu menghadirkan pengalaman pelatihan yang lebih komprehensif dalam meningkatkan kapasitas SDM peternakan. Ia menilai, sebagai pusat pembibitan ternak unggul nasional, BBPTUHPT Baturraden memiliki sarana prasarana serta objek praktik yang sangat representatif.
”Hal ini mendukung proses pembelajaran yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Inneke. Dukungan terhadap program Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) juga perlu diiringi dengan kesiapan SDM yang kompeten dan profesional.
“Melalui integrasi fungsi pelatihan BBPKH Cinagara dan fungsi produksi serta pembibitan BBPTUHPT, diharapkan akselerasi ini mampu meningkatkan kualitas SDM peternakan dapat mendorong laju populasi dan mutu ternak nasional secara cepat dan efektif,” katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan, penguatan SDM merupakan kunci utama dalam mewujudkan peternakan nasional yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan. Pelatihan yang terintegrasi dengan praktik lapangan dinilai mampu mempercepat adopsi teknologi serta peningkatan produktivitas ternak.
Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Ia menyatakan, sinergi antar-UPT menjadi strategi penting dalam mencetak SDM pertanian yang kompeten, adaptif, dan siap menjawab tantangan sektor peternakan modern.
Ke depan, kedua instansi berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi guna meningkatkan mutu SDM pertanian, khususnya di bidang peternakan sapi perah, sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan peternakan nasional yang berkelanjutan.