
Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Inneke Kusumawaty berkunjung ke lokasi peternakan Agrijurno di Depok, Sabtu (7/2
TABLOIDSINARTANI.COM, Depok---Siapa bilang wartawan hanya bisa membuat berita? Para jurnalis pun bisa berhasil berkecimpung di dunia pertanian, termasuk beternak ayam. Lihat saja peternakan ayam petelur Agrijurno yang dikelola Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Depok.
Saat Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Inneke Kusumawaty berkunjung ke lokasi peternakan Agrijurno di Depok, Sabtu (7/2) nampak peternakan ayam petelur yang terkelola dengan baik, bahkan adanya produktivitas. Dirinya mengapresiasi keberhasilan rekan-rekan wartawan dalam mengelola peternakan ayam petelur di kawasan Depok tersebut.
Sebelumnya pada awal Desember, wartawan yang tergabung dalam IJTI Depok mengikuti pelatihan di BBPKH Cinagara. “Saat ini kita sudah melihat perkembangan yang luar biasa. Informasi dari teman-teman menunjukkan produktivitas ayam petelur sudah mencapai sekitar 70 persen. Ini capaian yang sangat baik,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Inneke berharap, produktivitas ayam petelur terus meningkat seiring dengan konsistensi pengelolaan dan penerapan hasil pelatihan. Apalagi momentum menjelang Ramadan juga dinilai sebagai peluang besar untuk meningkatkan produksi telur sekaligus pendapatan peternak.
“Kita berharap produksi terus meningkat dan tentu saja berdampak pada peningkatan pendapatan. Ramadan bisa menjadi momentum bagi rekan-rekan untuk semakin produktif dan memenuhi kebutuhan telur masyarakat, khususnya warga sekitar Depok,” tambahnya.
Inneke menegaskan, BBPKH Cinagara sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Pertanian berkomitmen penuh dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Ia juga memuji inisiatif, kerja keras, dan semangat para wartawan yang terjun langsung mengelola peternakan.
“Yang membuat kami bangga, hasil pelatihan bisa diterapkan dengan sangat baik. Kami akan terus membuka komunikasi dan siap mendampingi kapan pun rekan-rekan membutuhkan konsultasi,” tegasnya.
Selain itu, Inneke juga membagikan tips memilih dan menyimpan telur segar. Menurutnya, telur segar memiliki kuning telur yang masih bulat dan padat saat dipecahkan, sementara kuning telur yang mudah buyar menandakan kualitasnya mulai menurun.
Inneke juga menyarankan sebaiknya telur dicuci bersih sebelum disimpan. Sebba, cangkang telur berpotensi mengandung bakteri dari saluran ayam. “Setelah dicuci bersih, telur boleh langsung digunakan atau disimpan di kulkas, tidak ada masalah,” ujarnya.
Keberhasilan ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia sebagai fondasi utama ketahanan pangan nasional. Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya dibangun oleh petani, tetapi juga oleh seluruh elemen masyarakat yang mau belajar dan terjun langsung di sektor pertanian.
Mentan juga menegaskan, Kementerian Pertanian terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kemandirian pangan nasional. Dirinya berharap model kolaborasi seperti ini bisa direplikasi di berbagai daerah. “Pertanian adalah sektor strategis yang terbuka bagi siapa saja yang ingin berkontribusi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan dan memperkuat peran pelatihan serta pendampingan sebagai ujung tombak peningkatan kualitas SDM pertanian.
“Kami ingin SDM pertanian, siapa pun pelakunya, memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan semangat berwirausaha. Wartawan pun dapat menjadi agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat sekitar,” tuturnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan komunitas wartawan mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Terima kasih, semangat wartawan Indonesia,” pungkas Inneke.