Wednesday, 21 October 2026


Tiga Jurus Public Speaking Ini Mengubah Penyuluh Biasa Menjadi Penggerak Perubahan Petani

05 Jul 2026, 16:49 WIBEditor : Gesha

Tiga jurus public speaking ini membekali penyuluh membangun kepercayaan, menginspirasi petani, dan mempercepat adopsi inovasi pertanian.

TABLOIDSINARTANI.COM, Yogyakarta – Tiga jurus public speaking ini membekali penyuluh membangun kepercayaan, menginspirasi petani, dan mempercepat adopsi inovasi pertanian.

Kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking kini menjadi salah satu kompetensi yang wajib dimiliki penyuluh pertanian. 

Di tengah pesatnya perkembangan inovasi dan modernisasi pertanian, penyuluh dituntut tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu membangun kepercayaan petani agar bersedia mengadopsi berbagai inovasi yang ditawarkan.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Jumat Literasi yang diselenggarakan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (3/7/2026). 

Kegiatan menghadirkan ASN BRMP Kementerian Pertanian sekaligus praktisi penyuluhan pertanian, R. Dani Medionovianto, sebagai narasumber dengan materi bertajuk "Penyuluh Sebagai Panglima Komunikasi".

Kegiatan berlangsung dalam dua sesi, yakni tatap muka bersama perwakilan penyuluh pertanian se-DI Yogyakarta pada pagi hari, kemudian dilanjutkan secara daring melalui Zoom Meeting yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia. 

Selain penyuluh pertanian, kegiatan juga diikuti mahasiswa, dosen, akademisi, praktisi, hingga masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap pengembangan komunikasi penyuluhan.

Dalam paparannya, Dani menegaskan bahwa keberhasilan penyuluhan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang dibawa ke lapangan, tetapi juga oleh kemampuan penyuluh menyampaikan pesan secara efektif kepada petani.

"Teknologi yang baik tidak akan memberikan dampak apabila tidak mampu dipahami, diterima, dan diterapkan oleh petani. Di sinilah komunikasi menjadi kunci," ujarnya.

Menurutnya, penyuluh masa kini harus bertransformasi menjadi agen perubahan yang mampu menginspirasi, membangun kepercayaan, sekaligus mendorong petani mengambil keputusan yang tepat dalam mengembangkan usahataninya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Dani membagikan tiga jurus utama yang menjadi fondasi kemampuan public speaking bagi seorang penyuluh.

Jurus pertama adalah memperkuat mental. Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat berbicara di depan publik justru berasal dari diri sendiri, seperti rasa gugup, kurang percaya diri, takut melakukan kesalahan, hingga kehilangan konsentrasi ketika menyampaikan materi.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hal yang wajar.

Namun, penyuluh perlu belajar mengelola rasa gugup menjadi energi positif agar mampu tampil lebih tenang, percaya diri, dan meyakinkan saat berhadapan dengan petani maupun berbagai pemangku kepentingan.

Jurus kedua adalah menguasai teknik komunikasi. Dani menekankan bahwa public speaking bukan sekadar berbicara, tetapi juga seni menyampaikan pesan melalui perpaduan komunikasi verbal dan nonverbal.

Bahasa tubuh, ekspresi wajah, gerakan tangan, kontak mata, hingga posisi tubuh menjadi bagian penting dalam memperkuat pesan.

Sementara dari sisi verbal, penyuluh perlu melatih intonasi, artikulasi, kejelasan suara, pengaturan tempo berbicara, serta kemampuan memberikan penekanan pada poin-poin penting agar materi lebih mudah dipahami audiens.

Adapun jurus ketiga adalah terus meningkatkan kapasitas diri.

Dani mengajak penyuluh untuk membangun budaya belajar sepanjang hayat dengan membuka hati menerima masukan, memperbanyak membaca, mengamati perkembangan pertanian, serta aktif mendengarkan pengalaman orang lain.

Ia juga menekankan pentingnya membangun niat yang baik dalam setiap aktivitas penyuluhan, mempersiapkan materi secara matang, serta menghargai setiap audiens sebagai mitra belajar.

"Public speaking bukan bakat, tetapi keterampilan yang dibentuk melalui latihan dan pengalaman. Semakin sering tampil, semakin tinggi jam terbang seseorang dalam berkomunikasi," katanya.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut merupakan rangkuman pengalaman Dani selama hampir tiga dekade mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara di Kementerian Pertanian dan mendampingi petani di berbagai wilayah. 

Pengalaman tersebut kemudian dituangkan dalam buku berjudul Penyuluh Sebagai Panglima Komunikasi: Panduan Public Speaking dan Komunikasi Lapangan.

Melalui buku tersebut, Dani berharap semakin banyak penyuluh pertanian yang mampu menjadi komunikator andal sehingga proses transfer inovasi pertanian berjalan lebih efektif. 

Sebab, penyuluh yang hebat bukan hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu menyampaikan ilmu dengan cara yang menginspirasi, membangun kepercayaan, dan menggerakkan petani menuju pertanian yang lebih maju, modern, dan berkelanjutan.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018