Tuesday, 18 August 2026


Tak Sekedar Lulus ! Ungkit Daya Saing, Polbangtan Bekali Mahasiswa Sertifikasi Kompetensi

04 Aug 2026, 14:02 WIBEditor : Yulianto

Kegiatan sertifikasi komptensi di Polbantan YOMA

TABLOIDSINARTANI.COM, Yogyakarta---Lulus kuliah ternyata belum menjamin mudah mendapatkan pekerjaan. Di era persaingan kerja yang semakin tinggi, kompetensi menjadi bekal meningkatkan daya saing. Bukan sekadar lulus kuliah, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) pun membekali  mahasiswa kompetensi yang diakui dunia kerja.

Bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Prodigi, Polbangtan Yoma menggelar sertifikasi kompetensi selama empat hari di Kampus Kusumanegara, Yogyakarta. Program ini menjadi bagian dari komitmen Polbangtan Yoma untuk memastikan mahasiswa tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan dan sikap kerja sesuai standar kompetensi yang dibutuhkan di dunia profesional.

Sebanyak 163 mahasiswa mengikuti tiga program sertifikasi kompetensi sekaligus sebagai langkah strategis memperkuat daya saing lulusan di tengah tuntutan sektor pertanian yang semakin modern dan dinamis.  Sebanyak 35 mahasiswa semester VIII Program Studi Agribisnis Hortikultura mengikuti sertifikasi kompetensi bidang Digital Retail Marketing.

Sementara itu, 61 mahasiswa semester VI Program Studi Agribisnis Hortikultura mengikuti sertifikasi kompetensi bidang Kewirausahaan Industri. Adapun 67 mahasiswa semester VI Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan mengikuti sertifikasi kompetensi bidang Penyuluh Pertanian Supervisor.

Tiga skema sertifikasi yang dilaksanakan secara bersamaan ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan lulusan agar mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja sekaligus memiliki peluang lebih besar untuk menjadi profesional maupun menciptakan lapangan pekerjaan.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Kementerian Pertanian dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan pertanian modern dan pencapaian swasembada pangan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pembangunan pertanian yang maju dan modern tidak akan terwujud tanpa dukungan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing.

“Kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. SDM adalah elemen krusial dalam pembangunan pertanian. Kita bertanggung jawab mencetak SDM berkualitas dan kompeten," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sebagai kunci dalam mendorong produktivitas dan kualitas sektor pertanian Indonesia.

"Kami bergerak untuk mencetak SDM pertanian kompeten, tersertifikasi, dan berdaya saing untuk mendukung swasembada pangan," tegas Idha. Ia menambahkan, peningkatan kapasitas SDM akan terus dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pembangunan pertanian.

Bekal Mahasiswa

Sementara itu, Wakil Direktur I Polbangtan Yoma, Endah Puspitojati mengatakan, sertifikasi kompetensi menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Menurutnya, sertifikasi tidak hanya mengukur kemampuan teknis, tetapi juga mencakup sikap dan kesiapan kerja.

"Dengan bimbingan dari para asesor, kami berharap lulusan bisa membuka lapangan pekerjaan maupun menjadi job seeker yang berkualitas. Para asesi pun harus melaksanakan proses ini dengan penuh tanggung jawab," pesan Endah.

Direktur LSP Prodigi, Aditya D. Devianto menilai, sertifikasi kompetensi dapat memberikan dampak signifikan terhadap profil lulusan Polbangtan Yoma. "Kami amat yakin, dalam kondisi global atau regional apa pun, dengan dinamika politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang ada, profil alumni Polbangtan Yoma akan bermental petarung, tangguh, dan kompetitif di lingkungan kerja sebagai profesional maupun dalam merintis serta mengembangkan usaha atau bisnis sendiri," tuturnya.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian asesmen, peserta yang dinyatakan kompeten oleh LSP akan direkomendasikan untuk memperoleh sertifikasi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Rangkaian sertifikasi kompetensi tersebut ditutup oleh Direktur LSP Kementerian Pertanian yang diwakili Ketua Kelompok Sertifikasi Profesi dan Akreditasi Pertanian, Eka Herissuparman, Jumat (31/7).

"Selamat kepada seluruh asesi yang sudah dinyatakan lulus dan kompeten. Selanjutnya, kita semua telah berupaya meningkatkan level SDM pertanian, salah satunya melalui sertifikasi ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman di bagian pendidikan karena telah berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi SDM pertaniannya," tuturnya.

Melalui pelaksanaan tiga sertifikasi kompetensi sekaligus, Polbangtan Yoma kembali menegaskan komitmennya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kompetensi, dan daya saing.

Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja, berwirausaha, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian dan masyarakat.

Reporter : Osi W
Sumber : Polbangtan YOMA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018