
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya keterlibatan santri dalam mengembangkan usaha di sektor pertanian, termasuk peternakan
TABLOIDSINARTANI.COM, Sleman---Kementerian Pertanian terus mendorong regenerasi pelaku usaha pertanian dengan melibatkan generasi muda, termasuk kalangan santri, dalam pengembangan sektor peternakan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma) melalui Pelatihan Usaha Ayam Petelur yang berlangsung pada 29–31 Oktober 2026.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri serta kelompok tani dalam mengembangkan usaha peternakan ayam petelur. Selain memperkuat kompetensi di bidang peternakan, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha produktif sekaligus mendukung kemandirian ekonomi pesantren dan ketahanan pangan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya keterlibatan santri dalam mengembangkan usaha di sektor pertanian, termasuk peternakan. Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan wirausaha yang mandiri dan produktif.
“Kegiatan ini mendorong rekan-rekan santri untuk berbisnis, mengikuti jejak Nabi dalam berbisnis. Santri bisa berbisnis di sektor pertanian. Santri belajar usaha, berbudidaya, dan membentuk kelembagaan usaha,” ujarnya.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti 30 peserta yang terdiri atas santri dan kelompok tani dari Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi selama dua hari di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wilayah I Pangan dan Perikanan, Moyudan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selanjutnya, peserta mengikuti praktik langsung budidaya ayam petelur selama satu hari di Kampus Tegalrejo, Polbangtan Yoma, Kabupaten Magelang.

Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari komitmen lembaga pendidikan vokasi pertanian dalam meningkatkan kapasitas generasi muda, khususnya dalam mengembangkan usaha di subsektor peternakan.
”Melalui kegiatan ini, santri diharapkan mampu memahami potensi usaha peternakan sebagai salah satu sektor yang mendukung ketahanan dan kemandirian pangan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pelatihan tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam mengembangkan usaha.
Materi yang diberikan mencakup manajemen pemeliharaan ayam petelur, pemberian pakan, pengelolaan kesehatan ternak, manajemen usaha, perhitungan biaya produksi, hingga strategi pemasaran.
Dengan bekal tersebut, peserta diharapkan mampu merintis dan mengelola usaha ayam petelur secara mandiri, mulai dari proses budidaya hingga pemasaran hasil produksi.
Keterampilan ini juga menjadi modal bagi santri untuk membangun unit usaha produktif yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan pesantren maupun masyarakat.
Penguatan kapasitas santri dalam bidang peternakan sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian memperluas basis regenerasi pelaku usaha pertanian. Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan produktif di sektor pangan diharapkan dapat melahirkan wirausaha baru sekaligus memperkuat ketersediaan sumber pangan, khususnya protein hewani.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Pertanian saat ini bukan lagi sektor tradisional. Pertanian adalah bisnis besar yang menjanjikan dan membutuhkan anak-anak muda yang kreatif, inovatif, serta menguasai teknologi. Kalau pangan kuat, bangsa juga akan kuat,” tegasnya.
Melalui pelatihan ini, Polbangtan Yoma berharap semakin banyak santri yang tertarik menekuni usaha peternakan dan mampu menjadikannya sebagai peluang ekonomi. Dengan demikian, pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem penguatan produksi pangan dan pencetak wirausaha muda pertanian.