Saturday, 06 March 2021


Ditangan Aldi, Usaha Labu Madu menjadi Lebih Manis

11 Feb 2021, 10:51 WIBEditor : Yulianto

Aldi memperlihatkan labu madu di lahan yang digarapnya | Sumber Foto:Regi

TABLOIDSINARTANI.COM, Pandeglang---Labu madu merupakan  tanaman  merambat yang buah nya cukup unik menyerupai bola lampu. Tanaman ini dapat tumbuh dengan mudah, baik di pekarangan maupun lahan yang tidak terlalu luas.

Ditangan Aldi Wahyu Nugraha, petani milenial asal Kampung Bogor, Desa Janaka Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang Banten, labu madu tidak hanya dibudidayakan dan dijual segar. Aldi mengolahnya  menjadi kue kekinian yakni bolu labu madu dengan brand Arena Butternut Cake.

Aldi bercerita, awal merintis usaha menanam labu madu karena dirinya memiliki tujuan untuk mengembangkan usaha yang sebelumnya belum tergarap secara maksimal. Selain itu, inisiatif menciptakan bolu labu madu dengan harapan usahanya bisa membuka lapangan pekerjaan di desanya dan inovasinya mendunia.

Bisnis dan usaha yang saya jalankan ini ingin menyerap tenaga kerja yang ada di desa saya, karena tingginya angka pengangguran dan tidak terjaminnya jika berangkat merantau ke kota. Saya ingin menciptakan perusahaan yang tumbuh dari desa dan bisa mendunia, tuturnya, Rabu (10/2).

Aldi mengatakan, meskipun  labu madu bukan komoditas lokal Pandeglang, tapi bolu labu madu sejauh pengamatannya belum ada yang membuat secara komersil dan memiliki brand. Alasan lainnya, karena ingin meningkatkan nilai tambah dan profit lebih besar dengan menciptakan inovasi pengolahan labu madu.

Tujuan besarnya ungkap Aldi, adalah agar Banten memiliki oleh-oleh bolu khas Banten, terutama Pandeglang. Varian bolue yang dibuat ada tiga yakni, bolu kukus, bolu panggang dan bolu kukus kombinasi original dan coklat. Pemasaran sejauh ini masih 90 persen melalui sosial media, Instagram, WA group dan Facebook, sementara untuk reseller sendiri masih 10 persen,” katanya.

Aldi mengungkapkan, labu madu memiliki prospek pasar yang bagus dan kestabilan harga yang masih terjamin. Dorongan untuk terus mengembangkan usahanya membuat Sarjana Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten tahun 2019  ini  berupaya mencari dana dengan berbagai cara. 

Akhirnya Iapun berhasil  melanjutkan usahanya bertanam  labu madu  di lahan seluas sekitar 2.500 meter persegi  dengan produksi minimal 2 ton/1000 lubang tanam. Untuk harga labu madu Aldi menjual langsung ke konsumen untuk varietas Jacqueline seharga Rp 35/kg ribu dan untuk varietas panah merah F1 itu Rp 20 rb/kg.  Rata–rata berat buah 1 – 2,3 kg/buah dengan usia panen 90 hari.

Aldi menjadi salah satu contoh sukses petani petani milenial yang ke depan menjadi menjadi penentu kemajuan pertanian. Estafet petani selanjutnya adalah pada pundak generasi muda yang mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian.

Hal inilah yang membuat Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menaruh harapan pertanian pada generasi milenial. Saat ini banyak petani milenial yang telah menjadi pengusaha dalam sektor pertanian.

Mentan SYL menuturkan, petani milenial mewakili harapan dan kebutuhan dari sektor pertanian serta panggilan dunia untuk menjadikan pertanian maju, mandiri dan modern.

Sedangkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengakui, keberadaan petani milenial sangat diperlukan untuk menjadi pelopor sekaligus membuat jejaring usaha pertanian

Reporter : Regi (PPMKP)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018