Friday, 07 May 2021


Lulusan SMK Penerbangan, Ramdan Terbangkan Tanaman Hias ke AS

04 May 2021, 12:02 WIBEditor : Yulianto

Ramdan lulus SMK jadi petani tanaman hias | Sumber Foto:Dok. Humas Ditjen Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Bandung---Generasi milenial kini tak lagi sungkan terjun ke dunia pertanian. Seperti Ramdan, pemuda berusia 25 tahun yang menekuni budidaya tanaman hias. Bahkan kini menjadi seorang eksportir.

Ditemui di kebun pengembangbiakannya, eksportir bunga daun ini bercerita lebih rinci terkait usahanya yang digagas bersama teman mengajinya itu sejak lulus SMK Penerbangan di Bandung.

Founder CV. Renata Nursery itu mengakui telah menjual tanaman hias hingga keluar negeri. Namun Ramdan tak menampik pernah mengalami kerugian, namun hal itu bukanlah penghalang untuk terus maju.

“Saya membentuk usaha ini bersama ketiga sahabat saya yaitu Kang Samba, Kang Ardi, dan Kang Maldini. Mulanya itu Kang Samba mengajak kita berjualan tanaman hias daun, waktu itu belum seramai sekarang sih. Lalu kita coba terus, dan alhamdulilah bisa tembus ekspor,” tuturnya.

Pada awalnya Ramdan mengakui, membuka pasar ke semua negara, seperti AS, Kanada, Jepang, Thailand dan Filipina. Namun kini karena permintaannya cukup banyak, dirinya lebih fokus ke AS.

Total pengiriman CV. Renata Nursery ke Amerika Serikat bulan ini (April 2021) mencapai 80 paket tanaman hias daun senilai Rp 140  juta. Dalam data SIP (Surat Izin Pengeluaran) Kementan, periode Januari hingga 17 April 2021 perusahaan ini (CV. Renata Nursery.red) mencatatkan ekspornya di angka 21.230 pcs dengan harga bervariasi.

Kesemua paket itu dibeli oleh toko-toko bunga di negeri Paman Sam. Seperti diketahui bahwa sebahagian besar konsumen CV. Renata Nursery adalah pelanggan tetap.

Ramdan juga mengharapkan agar anak-anak muda optimis untuk bertani. Sebab di luar negeri banyak sekali permintaan komoditas tanaman hias. Anak muda berbadan tegap itu juga membeberkan rahasianya mendapatkan link pasar ekspor di luar negeri.

Teman-teman jangan pernah ragu untuk bertani, kalau sekarang belum laku, akan ada saatnya nanti dia tren lagi, nah disitu kita bisa jualnya mahal,” katanya.

Ia mengakui, untuk mendapatkan pembeli di luar negeri itu sekarang relatif mudah.  Karena itu Ramdan menyarankan, teman milenial bisa bergabung dengan grup-grup facebook jual beli tanaman hias. “Nah di situ banyak banget info tuh. Supaya aman saya sarankan transaksinya pakai akun Paypal, karena itu kan kayak rekening bersama gitu, jadi amanlah,” katanya.

Petani bunga lulusan SMK Penerbangan itu juga bercerita banyak, mengenai mekanisme administrasi yang diterapkan Kementan sangat mudah. Ia menyambut antusias program dan kebijakan pemerintah yang memberikan perhatian kepada petani dan pelaku usaha tanaman hias.

Mengurus perizinan menurutnya, kini mudah. Namun yang penting adalah persyaratannya semua lengkap. Apalagi saat ada virus corona ini, kan semuanya sudah online. Jadi saya tidak perlu bolak-balik ke Jakarta. Cukup di kantor saja semua bisa beres, yah paling ada kendala itu kalau sistemnya error, tapi itu bukan masalah. Pihak Kementan pasti akan memberitahu perkembangannya,” kata Ramdan.

Dalam rangka memperkuat perekonomian nasional di tengah pandemi covid-19, Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan neraca perdagangan. Berbagai kebijakan dan program diluncurkan, salah satu prioriotasnya adalah peningkatan volume ekspor.

Melihat potensi bisnis tanaman hias yang sangat besar, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengintruksikan kepada Dirjen Hortikultura untuk mengawal peningkatan ekspor komoditas florikultura. Sebab, mempunyai nilai ekonomi tinggi dan memiliki prospek yang sangat cerah sebagai komoditas unggulan ekspor maupun untuk pemasaran dalam negeri.

“Kami diperintahkan untuk memacu ekspor tanaman hias ini, sebab nilai jualnya sangat tinggi, apalagi diluar negeri, tanaman hias kita sudah dikenal sebagai tanaman yang unik dan menarik. Ekspor bunga kita itu sudah tembus ke negara-negara Asia, Amerika, Eropa, bahkan sampai ke Afrika,” terang Prihasto Setyanto,  Dirjen Hortikultura.

Doktor Ilmu Tanah jebolan Universitas Putra Malaysia itu juga mengungkapkan, dalam peningkatan volume ekspor tanaman hias, Kementan akan terus mendorong pengembangan budidaya melalui pola kemitraan, penguatan kelembagaan petani, perluasan petani binaan, dan memacu petani milenial sebagai pelaku ekspor.

Karena itu Prihasto berharap, hadirnya petani milenial sebagai pemain utama di pasar Internasional. Sebab, mekanisme ekspor saat ini semuanya sudah serba digital, semua dipaksa untuk belanja di online shop, jual beli di marketplace, dan itu sudah lintas negara. “`Jadi siapapun yang menolak pasar online maka akan ditinggalkan oleh zaman,” tegasnya.

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018