Friday, 18 June 2021


Dari Instruktur Komputer, Srinanti Sukses Integrasikan Sawit-Sapi

03 Jun 2021, 17:03 WIBEditor : Yulianto

Srinanti, pengelola Koperasi Mitra Mandiri | Sumber Foto:Dok. Srinanti

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Menjadi peternak sapi bukan hanya koridor kaum adam. Kaum hawa pun bisa sukses beternak sapi. Seperti Srinanti yang kini menjadi pengelola Unit Peternakan Koperasi Mitra Mandiri Merangin, Jambi. Bahkan ia menjadi tokoh kesuksesan integrasi sawit sapi di daerahnya.

Berawal dari seorang instruktur komputer, Srinanti mengajak anak-anak yang putus sekolah dan tidak mampu untuk menjadi peternak sapi. Potensi lahan perkebunan sawit di wilayahnya yang begitu luas, namun di sisi lain banyak generasi muda yang menganggur membuat hati Srinanti tergerak.

“Ada puluhan ribu hektar kebun sawit yang lahannya terbengkalai. Saya kemudian mengadakan pelatihan untuk anak-anak putus sekolah dan kurang mampu untuk menjadi peternak,” kata Sri yang latar belakangnya seorang instruktur kursus komputer.

Pada tahun 2013 saat ada dana dari Pemerintah Daerah, dirinya  mengajukan usulan dan kemudian mendapat anggaran untuk menyediakan 4 ekor induk sapi. Sapi tersebut lalu dilepas di kebun sawit.

“Misi utama kami saat itu adalah ingin membangun sentra pembibitan sapi secara mandiri. Jadi ini bukan bantuan dari pemerintah yang terintegrasi dengan perkebunan sawit. Misi kami adalah melindungi betina produktif,” tutur Srinanti saat FGD Peluang dan Kiat Sukses Interagrai Sawit Sapi yang diadakan Tabloid Sinar Tani, di Jakarta, Rabu (2/6).

Sri mengaku miris, karena melihat banyak sekali pemerintah menyalurkan bantuan, baik dalam bentuk maupun indukan kepada kelompok ternak. Namun hanya berjalan 1-3 tahun, karena kemudian tidak mengetahui ternak sapi tersebut kemana.

Artinya menurut Sri, bukan masalah modal, tapi masalah pola pikir petani. Mereka belum mampu berfikir jangka panjang, bagaimana modal yang sedikit itu bisa dikembangkan. Artinya, ternak sapi tersebut dikembangbiakkan kemudian yang dijual anaknya, bukan indukanya.

Bangun Koperasi

Sri bercerita, dirinya mendirikan Koperasi Mitra Mandiri sejak tahun 2010,  tapi kemudian koperasi memulai usaha peternakan tahun 2013. Awalnya Sri mengaku, tidak mempunya modal, apalagi skill untuk beternak. Namun ia melihat potensi yang sangat luar biasa di daerahnya.

Faktor kedua, Sri melihat banyak masyarakat saat hajatan, khususnya pernikahan, banyak indukan sapi yang dipotong. Jika hal ini dibiarkan terus, maka indukan sapi akan habis. Akibatnya lama kelamaan, bibit sapi akan habis juga.

Ketiga, ungkap Sri, ternyata banyak rekannya yang juga tertarik usaha penggemukan sapi. Apalagi selama ini peternak mendapatkan bibit sapi dari Sumatera Barat dan Lampung. Namun ketika sampai Jambi, bibit sapi (bakalan) banyak yang mati, karena stress. “Jadi kenapa kita tidak buat pembibitan sendiri. Itulah latar belakang kami, mengapa pada tahun 2013 membuka unit usaha peternakan sapi,” ujarnya.

Sri mengatakan, pertama yang dilakukan adalah membangun kandang ternak. Nah, kebetulan koperasi memiliki lahan seluas 20.000 m3. Di lahan tersebut kemudian dibangun kandang dengan kapasitas 100 ekor ternak.

“Saat itu kami belum punya modal, tapi kami punya orang yang ingin investasi di peternakan, tapi tidak punya skill dan tidak mau repot. Ada yang pegawai negeri dan pengusaha yang ingin investasi peternakan. Ada yang titip 1 ekor, ada juga yang 2 ekor,” ungkapnya.

Sapi tersebut kemudian menjadi modal indukan. Tahun pertama, jika sapi indukan itu melahirkan, maka hasil penjualan anaknya dibagi dua dengan pemilik.  Namun jika anaknya betina, maka koperasi akan membeli dan tidak boleh dijual keluar. “Jadi benar-benar kami jaga indukannya, kecuali tidak produktif lagi. Kami juga melakukan pendekatan dengan petani sawit plasma,” katanya.

Sejak itu, kegiatan Koperasi Mitra Mandiri kian berkembang. Pada akhirnya mengembangkan peternak sapi di kebun sawit bekerjasama dengan petani sawit plasma.

“Yang perlu saya sampaikan, perlu adanya kerjasama kita sebagai koperasi sudah menampung masyarakat. Saat ini sebagian petani kelapa sawit sudah mulai sadar bahwa integrasi sawit dengan sapi ini sangat menjanjikan,” tuturnya.

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018