Wednesday, 21 October 2026


Fatoni, Berdayakan Generasi Muda dengan Sekolah Tani

23 Jul 2021, 07:13 WIBEditor : Yulianto

Fatoni bersama masyarakat yang dibinanya

TABLOIDSINARTANI.COM, Banten---Sekolah Tani Indonesia adalah sebuah ikhtiar pengentasan kemiskinan dan pengangguran di pedesaan dengan memberdayakan masyarakat dengan mempertemukan pemilik modal, petani dan peternak dan pasar.

Demikian diungkapkan Fatoni Saputra, Direktur Operasional Villa Tani Indonesia. Bagi Fatoni mendirikan Sekolah Tani Indonesia menjadi ikhtiarnya dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di desa.

“Sekolah Tani Indonesia adalah sebuah lembaga yang memadukan antara pendidikan dengan pemberdayaan masyarakat, khususnya bidang pertanian dan agama,” katanya.

Ia melihat penyebab sektor pertanian di Indonesia cukup tertinggal karena pola pikir masyarakat yang keliru, terutama kaum terdidik mengenai pekerjaan dibidang pertanian. Selain itu, kapasitas produksi pertanian kurang diimbangi dengan usaha pemberdayaan bagi petani.

Belum lagi kebijakan harga (pricing policy), terutama produk pangan. Pemerintah juga kurang peduli terkait soal- soal teknis seperti irigasi, bibit, maupun pupuk. “Kualitas SDM pertanian kita juga masih rendah,” ujarnya kepada tabloidsinartani.com.

Karena itu dengan Sekolah Tani, Fatoni berharap dapat  meningkatkan ketrampilan masyarakat desa, terutama di bidang pertanian, Dengan demikian bisa membuat petani mandiri dan sejahtera, serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kami membuat program pelatihan budidaya pertanian organik di masyarakat pedesaan pelosok dan menciptakan jaringan pemasaran produk,” katanya.

Fatoni mengungkapkan, di Sekolah Tani Indonesia masyarakat dan generasi muda dilatih cara budidaya tanaman, termasuk membuat pembibitan. Untuk usaha ternak, generasi muda dilatih dalam pembibitan dan penggemukan, misalnya bagaimana memilih bibit ternak yang terbaik untuk menghasilkan produktivitas yang tinggi, serta meningkatkan hasil yang akan diterima petani

Dengan adanya pendampingan, harapannya produksi meningkat dan ekonomi meningkatkan, serta adanya market. “Pola pemberdayaan ini kita harapannya dapat meningkatkan soft skill dan hard skill agar masyarakat menjadi lebih produktif dan menarik pemuda desa agar menjadi petani yang profesional,” tuturnya.

Tiga Program

Sekolah Tani memiliki tiga program. Pertama, Sekolah Tani Muda. Sebuah program yang berisikan pendidikan berkaitan pertanian secara umum meliputi budidaya pertanian, pembuatan pupuk dan pestisida organik, pelatihan alsintan, pelatihan pemasaran produk, uji kompetensi pertanian.

Kedua, Sekolah Tani Preneur. Sebuah program yang berisikan pendidikan berkaitan kewirausahaan sosial yang merupakan model bisnis baru yang bermanfaat bagi pemberdayaan masyarakat sekitar. Kegiatannya, meliputi pelatihan soft skill, pelatihan peningkatan kualitas produk lokal, pelatihan pemasaran produk.

Ketiga, Sekolah Tani Islamic. Sebuah program yang berisikan pendidikan berkaitan agama secara umum yang dipadukan dengan kegiatan pertanian dan prinsip kehidupan dalam bermasyarakat

“Jangan hanya bekerja untuk menyelesaikan pekerjaanmu. Tapi bekerjalah untuk meningkatkan ilmumu, menambah relasimu, dan membuat orang terbantu atas hasilmu,” tuturnya.

Untuk Lokasi Binaan Sekolah Tani Indonesia ada di Kabupaten Cianjur, Bogor, Pangalengan Bandung, Purwakarta , Kab. Subang , Pegunungan Arfak Papua Barat. Rencana akan di dirikan lagi dalam tahun ini di  Aceh, Cilacap Jawa Tengah, Makassar Sulawesi Selatan, Palu Sulawesi Tengah.

Fatoni mengatakan, Sekolah Tani Indonesia ini berbeda dengan Villa Tani. Ini kegiatan pendidikan pertanian yang memadukan pendidikan formal dan non formal.

“Kami menampung anak-anak petani di beberapa wilayah binaan saya agar bisa sekolah gratis dan menerapkan 90 persen ilmu praktek dan 10 persen teori. Harapannya nanti menjadi penggerak pertanian di kampung, serta menjadi SDM yang mandiri,” tuturnya.

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018