Monday, 23 May 2022


Budi Waseso, 57 Penghargaan dalam 3 Tahun 8 Bulan

31 Dec 2021, 14:55 WIBEditor : Yulianto

Dirut Perum Bulog, Budi Waseso | Sumber Foto:Julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Menggantikan Djarot Kusumayakti pada 27 April 2018, Budi Waseso mendapat amanah menjadi nahkoda Perum Bulog. Kini hampir 3 tahun 8 bulan, mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini memimpin perusahaan plat merah berlambang matahari itu.

Bukan tugas mudah bagi Buwas, panggilan akrab Purnawiran Polri ini mengelola BUMN yang mengurusi logistik pangan, khususnya beras ini. Apalagi selama ini image atau kesan miring kerap menjadi stampel pada tubuh Perum Bulog.

Dalam perjalanan menjadi Dirut Perum Bulog, Buwas pelan tapi pasti mulai membuktikan. Terlihat dari 57 penghargaan yang diberikan kepada Perum Bulog.

“Kita tidak pernah meminta penghargaan, tapi penghargaan ini menjadi ukuran semangat kita. Alhamdulillah ada yang melihat dan pekerjaan kita dinilai,” kata Buwas yang kini mendapat amanah juga sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Namun demikian Buwas juga mengingatkan, bukan penghargaan semata yang ingin dicari dalam memimpin Bulog. Namun dirinya berupaya melakukan pekerjaan dengan baik, terutama membantu petani. “Ini kewajiban kita,” ujarnya.

Tiga Tahun Tidak Impor Beras

Alhasil selama tiga tahun berturut-turut, pemerintah tidak melaksanakan impor beras. Sampai penghujung tahun 2021 Perum BULOG tetap konsisten mengamankan harga gabah/beras di tingkat petani dengan menyerap beras petani sebanyak 1,2 juta ton. 

Bagi Buwas, penyerapan beras dalam negeri ini sangat membantu petani Indonesia yang kesulitan menjual beras selama pandemi Covid-19. Bahkan jumlah tersebut merupakan pencapaian yang lebih tinggi dibandingkan dengan 3 tahun sebelumnya. 

Dengan demikian sudah dipastikan untuk tahun 2021 ini Pemerintah tidak impor beras untuk kebutuhan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). “Keberhasilan kita dalam melakukan penyerapan beras dalam negeri tahun ini merupakan hasil kerja keras jaringan BULOG di seluruh Indonesia di tengah pandemi Covid-19," katanya.

Selain memupuk stok sebagai cadangan beras pemerintah, menurut Buwas, kegiatan penyerapan gabah/beras petani dalam negeri ini juga menggerakkan perekonomian di tingkat petani. Pada akhirnya membantu memulihkan roda perekonomian.

Selain menjaga stabilitas harga di tingkat petani, di sepanjang 2021 BULOG juga berperan penting dalam menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen dengan melaksanakan operasi pasar yang sekarang bernama KPSH (Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga).

Disamping itu, untuk meringankan beban pengeluaran kebutuhan pokok sehari-hari bagi masyarakat akibat Pandemi Covid 19, Pemerintah melalui Kementerian Sosial dan Perum BULOG pada tahun ini juga menyalurkan Bantuan Beras PPKM (BB-PPKM) dilakukan dengan tuntas 100 persen kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak total 28,8 juta KPM di seluruh Indonesia.

Di tahun kedua masa pandemi ini dan sebagai bentuk komitmen nyata perusahaan, Bulog menggelontorkan Beras Fortivit ke 7 Provinsi untuk 2.150 Balita. Kegiatan ini kata Budi Waseso, guna mendukung program pemerintah menurunkan prevalensi stunting. Beras ini salah satunya berguna untuk mengatasi kekurangan gizi,” kata Buwas

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018