Monday, 23 May 2022


Warti, Kartini Purbalingga Pelopor P4S Pinarak Farm

28 Apr 2022, 13:19 WIBEditor : Yulianto

Warti mendapat penghargaan dari OASE KIM | Sumber Foto:regi

TABLOIDSINARTANI.COM, Purbalingga---Kehadiran RA Kartini menjadi inspirasi banyak wanita di Indonesia. Di era kini, wanita pun berjuang bagi pembangunan pertanian.

Salah satunya Warti. Dengan perjuangannya membangun P4S Pinarak Farm dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Sekar Abadi, wanita tani asal Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah meraih penghargaan sebagai perempuan berjasa dan berprestasi bidang pertanian tahun 2022.

Peringatan Hari Kartini ke 144, menjadi hari yang tak terlupakan bagi Warti karena tepat dihari peringatan lahirnya RA. Kartini, Kamis (21/4) lalu dirinya menerima penghargaan dari Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE-KIM). 

Penghargaan dari OASE-KIM diberikan kepada perempuan berjasa dan berprestasi Bidang Pendidikan, Kesehatan, Sosial Budaya, Lingkungan Hidup dan Pertanian pada Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia.

Penghargaan OASE-KIM diraih Warti berkat  keuletan dan ketekunan pendiri Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan (P4S) Pinarak Farm yang mempelopori usaha pengolahan buah nanas menjadi olahan kemasan. Bahkan kini produknya sudah berlaga dipasar nasional.

Ia mendedikasikan, penghargaan yang diterimanya untuk kelompok KWT Berkah Sekar Abadi tempat dirinya mengawali  dan menuangkan ide pengolahan nanas bersama – sama kaum wanita lainnya. Penghargaan tersebut juga didedikasihkan untuk P4S Pinarak Farm yang menjadi andalannya untuk mengembangkannya dengan memberikan pelatihan.

”Saya dedikasikan penghargaan ini untuk KWT Berkah Sekar Abadi dan P4S Pinarak Farm, karena saya muncul dan berkembang di situ, ujarnya, Senin (25/4).

Warti mengungkap, sebelumnya dirinya hanya ibu rumah tangga biasa. Rutinitas setelah selesai mengurus rumah dan keluarga, waktunya untuk ngerumpi di rumah tetangga. Sebelumnya saya hanya ibu rumah tangga biasa yg setelah mengurus rumah dan anak selesai ya sudah ngrumpi di teras bareng tetangga. Tapi kini saya boro-boro bisa,” ucapnya.

Ide mengolah nanas berawal ketika perempuan kelahiran 13 Oktober 1984 ini melihat hasil panen nanas yang melimpah disekitar tempat tinggalnya. Petani nanas tidak bisa menjual seluruh hasil panen, terutama saat panen raya.

Lalu Warti mencari cara agar nanas tersebut tidak terbuang percuma. Lebih penting lagi bisa menyerap pekerja, terutama perempuan, sehingga bisa berpenghasilan, membantu mengurangi beban keluarga dan membantu kesejahteraan

Sebab menurutnya tidak semua perempuan bisa turun langsung ke ladang nanas untuk bekerja di ladang. Karena itu ia berinisiatif mengolah nenas menjadi produk olahan yang lebih bernilai.

Saya prihatin dengan kondisi banyak sekali buah yang terbuang percuma karena busuk. Jadi saya berinisiatif untuk mengolahnya agar nanas hasil panen tersebut,” katanya.

Berkreasi Olahan Nanas

Kemudian mulai tahun 2016, Warti bersama anggota KWT didesanya mengolah nanas menjadi olahan yang bernilai ekonomi. Hingga kini sudah ada tujuh olahan nanas yang dihasilkan yaitu cocktail, dodol, permen/cenil, jus, syrup, selai dan sambel. Kreasi olahan didapat dari ikut pelatihan - pelatihan yang diadakan dinas - dinas dan selebihnya berinovasi sendiri,”  tuturnya

Dengan adanya usaha tersebut, menurut Warti, kegiatan perempuan di desanya lebih positif dan menghasilkan. Bahkan bisa meningkatkan taraf hidup keluarga. “Ini bentuk atau hasil dari kerja keras saya dan kelompok. Dan juga membuktikan bahwa perempuan dari desa dengan segala keterbatasannya, bahkan tidak sekolah pun bisa berkarya dan membanggakan keluarga desa dan daerahnya,” tuturnya.

Perempuan lulusan Sekolah Menegah Pertama (SMP) ini kinipun disibukkan dengan kegiatan melatih, tidak hanya di P4S Pinarak Farm melainkan juga diundang memberikan materi diberbagai seminar dan pelatihan.

Berbicara Wanita Tani, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan, untuk menjadikan pertanian maju, mandiri, dan modern harus mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang berkualitas termasuk wanita taninya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan, saat ini pertanian harus berorientasi bisnis atau keuntungan. "Tujuannya untuk memberikan kesejahteraan kepada petani, termasuk wanita tani agar mampu mengelola hasil pertanian dan meningkatkan kesejahteraan," katanya.

Dedi mengatakan, kegiatan mengenai pemberdayaan KWT yang dilaksanakan, harus bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, khususnya anggota KWT agar usaha taninya yang berbasis off farm (hilir) berkembang.

Reporter : Regi (PPMKP)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018