Minggu, 18 Januari 2026


H. Dimyati, Suara Petani Karawang di Gedung Dewan

02 Jun 2025, 13:11 WIBEditor : Herman

H Dimyati, Anggota Komisi II DPRD Karawang

TABLOIDSINARTANI.COM, Karawang – Bagi petani di Karawang, nama H. Dimyati bukanlah sosok asing. Ia dikenal bukan hanya sebagai anggota DPRD Karawang dari Komisi II yang membidangi pertanian, tetapi juga sebagai petani sejati yang tumbuh dari tanah sawah Karawang Timur.

“Sejak kecil saya hidup di tengah sawah. Dunia pertanian itu bukan hal baru buat saya, itu bagian dari hidup saya,” ujar Dimyati dalam sebuah acara bersama para ketua gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan kelompok tugas KIN IPB kelas E94, yang digelar di Saung Mang Nana beberapa waktu lalu.

Sebagai legislator, H. Dimyati aktif memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada petani kecil. Namun lebih dari sekadar duduk di balik meja rapat, ia kerap turun langsung ke lapangan, mendengar keluhan, serta menyalurkan aspirasi petani dari akar rumput ke ruang-ruang pengambilan keputusan.

Dimyati menyadari benar persoalan-persoalan mendasar yang selama ini membelit dunia pertanian: keterbatasan air, kelangkaan pupuk, minimnya tenaga penyuluh lapangan (PPL), dan persoalan pasca panen. Ia pun tak tinggal diam.

“Saya tahu betul betapa sulitnya akses air irigasi di beberapa desa. Tahun depan, insya Allah kita bangun bendungan untuk wilayah pemekaran seluas hampir 450 hektare,” ujarnya dengan penuh semangat.

Ia juga mendorong regulasi yang lebih adil, seperti penetapan harga gabah dan revitalisasi saluran irigasi, terutama di desa-desa rawan kekeringan. Menurutnya, solusi teknis perlu dibarengi dengan semangat gotong royong.

Tak hanya sebagai penyambung suara, H. Dimyati juga berperan sebagai pemersatu di tengah perbedaan pandangan di antara kelompok tani. “Perbedaan itu wajar. Tapi duduk bersama bisa menghasilkan keputusan terbaik,” katanya bijak.

Ia memperkuat peran kelembagaan petani seperti Gapoktan dan Poktan sebagai wadah aspirasi serta ruang dialog antarpetani.

 Ia juga vokal mengkritisi distribusi pupuk dan pestisida yang tak ramah lingkungan, mendorong hadirnya laboratorium mini di tiap UPTD kecamatan untuk menguji dampak bahan kimia terhadap tanah.

“Pertanian berkelanjutan itu penting, jangan hanya mikir panen cepat, tapi tanah jadi rusak,” tegasnya.

Kesadaran akan pentingnya regenerasi petani juga menjadi perhatian serius Dimyati. Ia aktif mempromosikan pertanian modern kepada generasi muda: penggunaan alat tanam otomatis, mesin panen combine, hingga drone untuk penyemprotan tanaman.

“Pertanian itu keren. Anak muda hanya butuh sistem yang membuat mereka yakin dan mau turun ke sawah,” ujarnya optimis.

Dalam setiap kunjungan reses, ia mendorong program pemberdayaan petani muda sebagai kunci keberlanjutan sektor pertanian Karawang di masa depan.

Masalah klasik seperti krisis air menjadi tantangan yang terus ia perjuangkan solusinya. Ia menegaskan, perbaikan irigasi tak cukup hanya dengan keluhan—harus ada sinergi antara petani dan pemangku kebijakan.

“Kerjasama adalah kunci. Termasuk lobi ke pemerintah pusat agar infrastruktur diperbaiki,” jelasnya.

Bagi Dimyati, menjadi pemimpin bukan soal pidato indah, melainkan kesediaan untuk turun langsung ke lapangan.

“Kadang kita harus beri contoh di lapangan. Pastikan mesin pertanian, saluran air, hingga kebutuhan pokok petani benar-benar terpenuhi,” ungkapnya.

Di mata para petani Karawang, sosok H. Dimyati bukan hanya legislator, tapi juga kawan seperjuangan.

“Pak Dimyati tahu betul kesulitan kami. Air susah, pupuk mahal, hasil tidak sebanding, tapi kami tetap menanam. Dan beliau hadir bersama kami,” tutur Jaya, petani dari Karawang Timur.

Bukan hanya itu, Jaya pun mengaku pentingnya komunikasi dua arah. “Kami sering berdiskusi, saling berbagi info dengan sesama petani dan pihak dinas. Itu sangat membantu kami untuk adaptasi,” kata Bapak Jaya lagi.

Dalam sosok H. Dimyati, petani Karawang menemukan harapan, bahwa suara mereka tidak akan tenggelam dalam deru pembangunan. Ia hadir dengan empati, pengalaman, dan solusi.

Reporter : Yagus/Farid/Elvis/Yusbi
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018