
Dirut Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani bersama tim penguji doktor di UI
TABLOIDSINARTANI.COM, Depok---Sempat tersendat karena harus berpindah tugas diberbagai tempat, Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani S.Sos., S.H., M.Han akhirnya resmi meraih gelar Doktor setelah menjalani Sidang Terbuka di Balai Sidang Universitas Indonesia, Kampus UI Depok, Senin (5/1)
Dalam sidang tersebut, Ahmad Rizal Ramdhani mempertahankan disertasi berjudul “Transformasi Tata Kelola Kolaboratif Pascapanen Padi Berkelanjutan di Indonesia dengan Pendekatan Soft System Methodology-Based Multimethod.”
Sebelum mengambil judul tersebut, Ahmad Rizal yang sempat bertugas mengawal food estate di Merauke mengambil judul mengenai kebencanaan. Judul tersebut merupakan salah satu permintaan almarhum Kepala BNPB, Doni Munardo.
Namun karena harus berpindah tugas beberapa kali dan akhirnya menjadi Dirut Perum Bulog, sesuai saran Prof. Dr. Sudarsono Hardjosoekarto (Promotor Doktor), Rizal pun mengganti disertasi yang terkait dengan ketahanan pangan.
Salah satu alasan utamanya adalah Presiden Prabowo Subianto telah mencanangkan swasembada pangan (beras). Jika awalnya target tersebut tercapai 5 tahun, kemudian dipercepat menjadi 1 tahun.
Menurut Ahmad Rizal, peningkatan produksi beras tersebut harus diikuti dengan tata kelola pasca panen yang baik. Apalagi kehilangan hasil panen saat ini masih cukup tinggi.
Karena itu, dalam disertasinya, Ahmad Rizal menekankan pentingnya transformasi tata kelola pascapanen padi yang kolaboratif dan berkelanjutan sebagai simpul strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pendekatan Soft System Methodology (SSM) berbasis multimethod digunakan untuk merespons kompleksitas persoalan pascapanen padi yang melibatkan dimensi teknis, sosial, kelembagaan, dan keberlanjutan secara terpadu.
“Pascapanen merupakan simpul strategis dalam sistem pangan nasional. Tata kelola yang kolaboratif, adaptif, dan berbasis keberlanjutan menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi kehilangan hasil, serta memperkuat kesejahteraan petani,” ujar Ahmad Rizal dalam sidang terbuka yang diselenggarakan Program Doktor Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan, Universitas Indonesia.
Promosi doktor ini dipimpin Prof. Dr. Drs. Supriatna, M.T. yang juga sebagai Ketua Penguji. Bertindak sebagai Promotor dalam promosi doktor ini adalah Prof. Dr. Sudarsono Hardjosoekarto, dengan Ko-Promotor Dr. Evi Frimawati, S.Pt., M.Si. dan Dr. Rachma Fitriati, M.Si. (Han).
Sidang terbuka ini menghadirkan tim penguji lintas disiplin yang merepresentasikan kekuatan akademik dan kebijakan publik, dengan Ketua Penguji Prof. Dr. Drs. Supriatna, M.T., serta salah satu penguji utama Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, bersama para penguji lainnya dari Universitas Indonesia dan institusi terkait.
Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian dan sebagai Penguji 1 menyampaikan kebanggaannya kepada Promovendus yang merupakan Dirut Perum BULOG sebagai mitra kerja kerja strategis Kementan.
"Saya salut dengan Bapak Ahmad Rizal ini karena sudah melakukan baru menulis. Kalau biasanya orang menulis dulu baru melakukan," ujar Amran.
Ketua Penguji, Prof. Dr. Drs. Supriatna, M.T., menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas akademik disertasi yang dipresentasikan. "Perlu kami sampaikan bahwa Saudara Ahmad Rizal Ramdhani adalah doktor ke-249 yang telah diluluskan oleh Program Studi Ilmu Lingkungan Ul dan doktor ke-15 untuk Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan," ujarnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Sudarsono Hardjosoekarto selaku Promotor menegaskan, disertasi ini memiliki kontribusi strategis bagi kebijakan publik dan praktik pembangunan berkelanjutan.
Disertasi ini menegaskan pentingnya transformasi tata kelola kolaboratif dalam sistem pascapanen padi, tidak hanya sebagai isu teknis, tetapi sebagai persoalan sistemik yang melibatkan aktor, kepentingan, dan dinamika kelembagaan.
“Melalui pendekatan SSM-based multimethod, penelitian ini memberikan kerangka konseptual dan operasional yang dapat menjadi rujukan bagi pengambil kebijakan maupun praktisi pembangunan berkelanjutan," ujar Prof. Sudarsono.
Pencapaian akademik ini menegaskan komitmen pimpinan Perum BULOG dalam mengintegrasikan pendekatan ilmiah, kebijakan publik, dan praktik lapangan guna mendukung agenda besar pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional yang berkelanjutan.