Thursday, 09 July 2020


Kendalikan Hama dan Penyakit, BPTPH Cianjur Buat Peta Sebaran OPT

14 Jun 2020, 10:46 WIBEditor : Yulianto

Plt Irjen Kementan, Sumardo Gatot irianto saat berkunjung ke BPTPH Cianjur | Sumber Foto:Indrastari

TABLOIDSINARTANI.COM, Cianjur---Untuk mencegah serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) wilayah I, Cianjur membuat peta sebaran hama dan penyakit. Dengan adanya peta, luas serangan OPT bisa ditekan dan hanya sekitar 5 persen dari luas pertanaman.

Koordinator Satuan Pelayanan BPTPH Wilayah I Cianjur, Budi Utoyo Budi mengungkapkan petugas POPT di wilayah kerjanya telah membuat peta OPT, sehingga serangan OPT  mudah dikendalikan dan tidak lebih dari 5 persen dari luas lahan yang ditanami.

“Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) pada wilayah kerjanya, berkomitmen meningkatkan pelayanan pengendalian hama untuk mencegah dampak buruk OPT terhadap produksi dan produktivitas tanaman,” katanya.

Karena itu, pihaknya terus melakukan pengawalan untuk mendeteksi sedini mungkin terhadap kemungkinan adaya serangan OPT dan melakukan upaya pengendalian. Saat ini dengan personel sebanyak 87 orang petugas masih dapat mendukung kegiatan pengamatan  OPT lingkup Wilayah I Cianjur dengan baik. “Setiap satu kecamatan terdapat satu petugas, kendati belum seluruhnya berstatus sebagai ASN,” ujarnya.

Budi mengungkapkan, salah satu OPT yang menjadi perhatian serius saat ini adalah serangan blas. Apalagi jenis penyakit ini  menyerang mulai dari saat persemaian padi. “Petugas kami selalu melakukan pengamatan mulai dari persemaian,” ujarnya.

Bila ada indikasi searangan, kata Budi, maka treatmen yang dilakukan dengan menggukan pengendali hayati. Salah satunya dengan bakteri Penibacillus-polimyxa (Pp) yang dikembangkan secara mandiri oleh Wialayah Pelayanan BPTPH Wilayah I Cianjur.

Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Sumardjo Gatot Irianto mendukung upaya BPTPH Wilayah 1 Cianjur yang mengedepankan penanganan OPT dengan menggunakan pengendali hayati. Pengendalian dengan cara inimerupakan salah satu komponen dalam pengendalian hama secara terpadu, sehingga terjadi keseimbangan ekosistem dan keberadaan OPT tidak menimbulkan kerugian secara ekonomis.

“Bahkan kalau serius melakukan pertanaman dengan prinsip-prinsip ini, nanti akan dibantu sertifikasi organik, dan ini sangat menguntungkan bagi petani,” kata Gatot Irianto, Sabtu (13/6).

Reporter : Indrastari
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018