Sunday, 09 August 2020


Kembangkan Usaha Hilir, Petani Bisa Manfaatkan KUR

13 Jul 2020, 11:58 WIBEditor : Gesha

KUR Petani | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kementerian Pertanian terus mendorong petani memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk peningkatan produksi hingga mendorong kepada akses pasar. Karena itu, petani didorong memanfaatkan KUR untuk meningkatkan level produksi menjadi level bisnis.

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor pertanian dialokasikan mencapai Rp 50 triliun yang bisa dimanfaatkan petani. Bahkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo selalu mengajak petani dan pimpinan daerah memanfaatkan layanan KUR ini untuk meningkatkan kinerja sektor pertanian dari hulu hingga hilir.

“Penyerapan KUR pertanian masih didominasi sektor hulu yang selama ini dianggap lebih mudah diakses karena tidak memerlukan agunan,” kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy.

Menurutnya, syarat mendapat KUR pertanian cukup mudah. Petani hanya diharuskan memiliki lahan garapan produktif, rancangan pembiayaan anggaran, dan sejumlah syarat untuk kepentingan BI Checking. Penyaluran KUR bekerja sama dengan bank milik BUMN.

Direktur Pembiayaan, Ditjen PSP, Indah Megawati menuturkan, selama ini pemanfaatan KUR Kembangkan Usaha Hilir, Petani Bisa Manfaatkan KUR pertanian masih terkonsentrasi di sektor hulu atau budidaya. Padahal KUR juga bisa dimanfaatkan untuk lini pertengahan (pengolahan) maupun lini hilir. KUR pertanian sektor hulu hanya sebatas KUR mikro dengan plafon Rp 5-50 juta.

“KUR dengan plafon besar pun mudah diakses jika digunakan untuk membeli alat mesin pertanian (alsintan). Plafon Rp 500 juta ke atas pun bisa diakses karena ada agunan berupa alat pertanian yang dibeli,” tuturnya.

Dalam penyaluran KUR pun, Indah mengakui lembaga keuangan yang bergabung pun semakin bervariasi. Tak hanya Bank BUMN saja tetapi juga Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Multifinance yang sudah terjamin oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti KSP Kospin Jasa, KSP Obor Mas, KSP Guna Prima Dana, FIF, ITC Multifinance, Indosurya Finance dan First Indo Finance.

Hingga Juli 2020, penyaluran KUR total telah terealisasi sebanyak Rp 21,2 trilliun yang terdiri dari subsektor Tanaman Pangan (Rp 6,7 triliun), subsektor Hortikultura (Rp 2,6 triliun), peternakan (Rp 4 triliun), perkebunan (Rp 6,2 triliun), kombinasi (Rp 1,1 triliun) dan jasa pertanian (Rp 344 jutaan).

Berdasarkan data dari Sistem Informasi KUR Pertanian (SIKURTANI) Ditjen PSP, Provinsi Jawa Timur menjadi pionir dalam penyaluran KUR hingga Juli 2020, mencapai Rp 5,1 triliun. Disusul Jawa Tengah dengan Rp 3,5 triliun dan Sulawesi Selatan mencapai Rp 1,7 triliun. Ketiganya merupakan sentra pertanaman padi dan jagung yang menjadi produk utama pertanian.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018