Friday, 18 June 2021


EvaGrow Bantu Tingkatkan Kesuburan Lahan Rawa

17 May 2021, 09:44 WIBEditor : Yulianto

Panen di lahan food estate | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Lahan rawa pasang surut selama ini dianggap sebagai lahan marginal yang sulit diusahakan untuk pertanian. Memang memanfaatkan lahan rawa pasang surut untuk usaha pertanian tidak semudah lahan subur, seperi lahan irigasi dan lainnya.

Salah satu ciri kemarginalan lahan ini adalah tingkat kemasaman tanah yang tinggi (pH di bawah 4), kandungan besi tinggi dan lapisan pirit yang dangkal. Namun dengan teknologi yang berkembang, lahan rawa pasang surut pun dapat optimal untuk menghasilkan pangan.

Untuk mendongkrak produktivitas lahan rawa, dapat digunakan pupuk hayati yang mampu menetralkan tanah dari kandungan racun dan menaikkan pH-nya. Selama ini petani lahan rawa hanya panen padi sekali setahun lantaran mereka meyakini lahan rawa cuma bisa ditanami varietas lokal. Apalagi varietas lokal ini berumur panjang, 7-8 bulan.

Kami ingin memberikan solusi bagi petani di lahan rawa. Kami buktikan kepada petani bahwa varietas unggul Inpara yang umurnya 110 - 120 hari juga bisa ditanam di lahan rawa. Dengan varietas unggul, petani bisa dua kali tanam, hasilnya lebih banyak, ungkap Direktur PT Prosper Biotech Indonesia, Elisabeth Any Mastuty.

Prosper Biotech Indonesia membuktikan tiga produknya, yaitu OrganoDEGRA, EvaGROW, dan Valdi’s GROW memberikan solusi di Desa Jejangkit Muara Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala yang menjadi lokasi gelar teknologi lahan rawa.

Pada demplot seluas 1 hektar, kombinasi produk tersebut mampu memperbaiki kondisi lahan sehingga lebih baik untuk bertanam padi. Dalam menaikkan pH tanah dari 4 menjadi 4,8  memang masih dibantu kapur. Namun dosis pupuk kimia berkurang, tinggal 25-30 persen. Aplikasi pestisida pun berkurang lantaran tanamannya lebih kuat,” ujar Any.

        

BACA JUGA:

EvaGrow Efektif Tingkatkan Kesuburan Tanah

EvaGrow Bantu Petani Kendal Dongkrak Hasil Panen

EvaGROW merupakan pupuk hayati yang mengandung konsorsium mikroorganisme untuk meningkatkan hasil pertanian. Ada yang menangkap nitrogen dari udara, melarutkan fosfat sehingga tersedia bagi tanaman, melarutkan kalium. Ada pula yang memperbaiki struktur tanah dan menetralkan pH.

Mikroba dalam OrganoDEGRA menguraikan unsur kimia yang terpendam di tanah sehingga tanah jadi lebih subur. OrganoDEGRA kata Any, digunakan saat pembalikan tanah dengan dosis dua boks (600 gram) per hektar.

Caranya, larutkan satu sachet dalam 10 liter air lalu semprotkan ke tanah. Setelah itu tunggu 14 hari baru dibuat leleran. Empat jenis mikroba dalam produk ini, yaitu Bacillus sp., Aspergillus sp., Trichoderma sp., dan yeast  mempercepat pengomposan bahan organik.

Tiga hari sebelum tanam, lahan disemprot dengan EvaGROW secara merata. Satu sachet berisi 50 g dilarutkan 15 liter air (satu tangki). Dosisnya 4 - 5 kg/ha. Setelah tiga hari, lahan siap ditanami. Penyemprotan dilanjutkan tiga kali lagi dengan selang 7 hari,” kata Any.

Usai perlakuan EvaGROW, ketika padi dalam keadaan bunting ditingkatkan ketahanannya terhadap gangguan hama penyakit dengan penyemprotan pupuk hayati Valdis GROW. Pupuk ini juga mengandung mikroba antihama, yaitu Beauveria bassiana, Pseudomonas sp., dan Rhodotorula sp. Penyemprotan dilakukan ke tanaman setiap 7 hari sebanyak 3 - 4 kali.

Satu hal yang penting, aplikasi ketiga produk itu tidak boleh dicampur pestisida, pupuk kimia, atau bahan kimia lain,” kata Any mengingatkan. Penyemprotan pun dilakukan sebelum pukul 8 pagi atau setelah pukul 4 sore agar mikroba bisa berkembang maksimal.

Kombinasi tiga produk tersebut menghasilkan panen yang menggembirakan. Di Jejangkit tanaman padi yang belum panen jumlah anakannya mencapai 20 – 25. Menurut petani di sana itu sudah bagus. Padahal di lahan biasa bisa mencapai 45 anakan. Kerusakan akibat hamanya juga minim, ucap Any.

Sementara petani di Lampihong, Kabupaten Balangan, Kalsel, menurut Any, petani sudah menikmati kenaikan produktivitas. Jika biasanya petani hanya mendapatkan gabah per borong (satuan luas) biasanya 11-12 blek, maka dengan tambahan EvaGROW bisa dapat 25 blek gabah.

“Jadi bisanya petani hanya mendapatkan di bawah 4 ton/ha,  kini bisa dapat 5,5 ton. Artinya produk ini menjanjikan kenaikan produktivitas minimal 20 persen dengan biaya lebih murah,” katanya.

Hingga kini, paket teknologi Prosper tersebut sudah merambah sembilan kabupaten di Kalimantan. Siapa menyusul menikmati produktivitas lebih tinggi? Untuk Informasi Lebih Lanjut Hubungi Elis di 0812 20011841.

 

Reporter : Adv/Iqbal
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018