Sunday, 24 October 2021


Cek Kualitas Benih, Unduh Aplikasi Simperbenih

12 Oct 2021, 09:12 WIBEditor : Yulianto

Bimtek Simperbenih di Makkassar | Sumber Foto:Ditjen Tanaman Pangan

TABLOIDSINARTANI.COM, Makasar---Ingin mengetahui apakah benih bantuan pemerintah kualitasnya masih baik dan belum kadaluarsa? Kini ada aplikasi untuk mengeceknya. Namanya Simperbenih.

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Perbenihan, Ditjen Tanaman Pangan memperkenalkan aplikasi data informasi benih Simperbenih versi 3. Aplikasi ini merupakan pengembangan dan penyempurnaan Simperbenihan versi 1 dan 2 yang sudah dibangun sejak tahun 2020.

“Simperbenih sebagai salah satu alat untuk memutakhirkan data sistem informasi perbenihan tanaman pangan yang terpetakan seluruh wilayah secara detail yang dapat di akses secara mudah, cepat, tepat dan akurat,” kata Plt Direktur Perbenihan, Takdir Mulyadi saat Bimbingan Teknis Aplikasi Sistem Informasi Perbenihan (Simperbenihan) Tanaman Pangan Versi 3 di Makassar.

Aplikasi tersebut juga terintegrasi dengan data simluhtan, CPCL yang terkonversi dengan luas lahan secara polygon, serta aplikasi BAST online, serta Biro Keuangan Kementan. Dengan aplikasi ini stakeholder terkait dapat menyajikan database sistem informasi perbenihan versi 3 secara cepat, tepat, dan akurat yang dapat diakses melalui HP android/smarthphone dalam bentuk QR Code pada kemasan benih.

“Melalui barcode yang ada dikemasan kita dapat cek langsung, dan muncul informasi identitas benih,” tuturnya. Dengan demikian, menurut Takdir, sistem ini dapat mengontrol tracebility benih atau ketelusuran benih, khususnya benih bantuan pemerintah yang disalurkan ke petani.

Dengan aplikasi ini, lanjut Takdir, benih bisa dilacak asal usul, tanggal kadaluarsa dan informasi produksi. Selain itu juga jaminan label mutu benih bersertifikat dan jumlah stok yang beredar. “Informasi tersebut dapat diakses semua lapisan masyarakat terkait informasi peredaran benih secara cepat dan tepat (jumlah, mutu, varietas, waktu, tempat) serta status benih terkini yang beredar di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Takdir menyakinkan, aplikasi ini sangat diperlukan guna mengantisipasi adanya pemalsuan benih. Apalagi saat ini perdagangan benih kini sudah merambah pada peredaran benih secara online yang tidak berlabel. “Jika benih dipalsukan dan benih tidak tumbuh yang dirugikan adalah produsen benihnya. Hal ini untuk melindungi produsen dan petani pengguna benih”, ujarnya.

Karena itu Takdir berharap, selain meningkatkan kualitas layanan publik yang cepat, efektif, efisien, transparan dan terintegrasi. Selain itu, memberikan kepastian jaminan mutu benih yang diproduksi dan beredar di dalam negeri.

Kepala BSMBTPH Sulsel, Mario Mega berharap aplikasi Simperbenihan ini terus berkembang mengadopsi sesuai permintaan data yang dibutuhkan untuk mempermudah pengambilan keputusan kebijakan di perbenihan. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan, sesuai arahan Menteri Pertanian,  Syahrul Yasin Limpo, pihaknya terus fokus meningkatkan pelayanan publik yang prima sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap informasi jaminan mutu benih yang beredar di masyarakat.

 

Reporter : Catur/Retno/ Dewi
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018