Sunday, 26 June 2022


Taksi Alsintan Percepat Laju Roda Mekanisasi Pertanian

06 Jan 2022, 11:39 WIBEditor : Yulianto

Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan)

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir menggelontorkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dalam jumlah cukup besar. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan bantuan tersebut, pemerintah membuat program Taksi Alsintan.

Upaya pemerintah mendorong penggunaan alsintan di petani, berlangsung sejak tahun 2015. Saat itu, Kementerian Pertanian melakukan perubahan kebijakan dalam alokasi belanja pertanian dengan mendistribusikan ribuan alsintan. Hingga 2019, pemerintah telah menginvestasikan sebanyak Rp 12,5 triliun untuk pengadaan alsintan.

Total yang telah terdistribusi ke petani sebanyak 463.009 unit alsintan pra panen. Dengan rincian traktor roda dua (TR2) 140.308 unit, traktor roda empat (TR4) 11.118 unit, pompa air 107.633 unit, rice transplater atau alat tanam 19.966 unit, cultivator 13.735 unit, excavator mini 453 unit, excavator standar 416 unit, handsprayer 154.166 unit, implement alat tanam jagung 1.940 unit, combine harvester dan beberapa unit alsintan lainnya.

Sedangkan pada tahun 2021, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) menyiapkan sebanyak 34.356 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk menggenjot produktivitas pertanian. Alsintan yang disiapkan tersebut, terdiri dari Cultivator sebanyak 3.000 unit, Hand Sprayer 17.800 unit, Pompa Air 7.000 unit, Rice Transplanter 360 unit, Traktor Roda Dua 5.596 unit, Traktor Roda Empat 600 unit. Dengan alsintan, Kementan ingin memastikan penyediaan pangan tidak terkendala.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Ali Jamil mengatakan, selama ini bantuan alsintan sudah banyak digelontorkan ke kelompok tani. Namun oleh petani tidak dilakukan perawatan, sehingga rusak , bahkan ada yang dijual. “Seharusnya kalau habis pakai bawa pulang, cuci, bersihkan. Lakukan maintanance atau dirawat. Jangan rusak sedikit saja dijual,” sesalnya.

Massalisasi Alsintan

Dengan kondisi yang terjadi di lapangan, tahun 2022 Kementerian Pertanian akan meluncurkan program alsintan yang terbaru yaitu Taksi Alsintan. Program tersebut sudah disampaikan Menteri Pertanian kepada Presiden Joko Widodo. “Maksud program ini adalah bagaimana memasalisasi alsintan kita yang notabene-nya masih jauh dibandingkan dengan Amerika dan Jepang,” katanya.

Melihat keberadaan bantuan alsintan, ternyata mampu mengangkat level mekanisasi. Misalnya, pada 2014 level mekanisasi baru 0,22 Horse Power (HP) per hektar, dalam tempo lima tahun naik menjadi 1,68 HP per hektar. Jika dibandingkan dengan Amerika Serikat masih relatif kecil. Negara Paman Sam level mekanisasinya sudah 17 HP per hektar. Bahkan dengan negara Asean pun, Indonesia terbilan masih lebih rendah. Negeri Jiran Malaysia sudah 2,4 HP, Thailand 2,5 HP per hektar. Indonesia unggul sedikit dengan Vietnam yang hanya 1,5 HP per hektar.

Selama ini Ali Jamil menilai, massalisasi alsintan melalui program brigade alsintan dan Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) masih sangat kurang. Untuk itu pada Tahun 2022, pemerintah akan bergerak cepat dan Himpunan Bank-Bank Negara (HIMBARA) baik BNI, Mandiri, maupun BRI sudah memiliki komitmen untuk membiayai melalui KUR untuk program Taksi Alsintan ini.

“Program Taksi Alsintan terbilang unik karena tidak menggunakan Anggaran dan Belanja Negara. Saya menargetkan untuk tahun 2022, satu kabupaten ada dua unit Taksi Alsintan. Dengan begitu, saya berharap massalisasi alsintan ini bisa menaikan level pertanian Indonesia di masa yang akan datang,” tuturnya.

Ide Taksi Alsintan ini disampaikan Menteri Pertanian. Hal itu berdasarkan pengalaman Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat menjadi Bupati Gowa. Ternyata alsintan itu pernah ditaksikan atau disewakan seperti taksi pada umumnya,” katanya.

Dengan adanya Taksi Alsintan, petani bisa pesan melalui online bila ingin mengolah lahan pertanian dengan luasan yang disesuaikan daerahnya. Bisa roda 2 atau roda 4 atau alsintan untuk panen. “Itulah yang dibutuhkan melalui Taksi Alsintan. Tahun 2022 ini akan bergerak cepat kita akan adakan Rakornas,” tegasnya.

 

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018