Sabtu, 25 Mei 2024


Pemerintah Siapkan Paket Taksi Alsintan Senilai Rp 1,98 Miliar

26 Agu 2022, 14:00 WIBEditor : Yulianto

Presiden Jokowi saat berkunjung ke industri alsintan | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu meluncurkan program Taksi Alsintan untuk kemandirian petani dalam menyediakan alat mesin pertanian. Taksi Alsintan menjadi model pengelolaan tata kelola usaha jasa alsintan dengan sistem jasa sewa atau kepemilikan alsintan melalui skim kredit perbankan. 

“Di Taksi Alsintan ada jasa sewa alsintan, jasa service perbengkelan dan spare part,” kata Plt. Direktur Alsintan, Rahmanto. Untuk membantu petani, Rahmanto mengatakan, pemerintah telah menyiapkan paket Taksi Alsintan dengan nilai sebanyak Rp 1,98 miliar.

Dalam satu paket terdiri dari traktor roda 4 sebanyak 2 unit, traktor roda 2 sebanyak 5 unit, cultivator 3 unit, pompa air 5 unit, handsprayer 5 unit dan combine harvester 2 unit.

Saat ini kata Rahmanto, pola KUR Taksi Alsintan yang berjalan, plafonnya Rp 500 juta dengan uang muka 30 persen dan bunga 6 persen. Namun ke depan diharapkan plafon KUR Taksi Alsintan bisa dinaikkan menjadi Rp 1,9 miliar dengan uang muka 20 persen dan bunga 3 persen.

“Paket unit Taksi Alsintan itu merupakan standar yang harus dipenuhi, namun tidak mengingat dan tergantung kebutuhan alsintan sesuai dengan lokasi sentra dimana poktan atau gapoktan berada,” tuturnya. Selain itu, lanjut Rahmanto, jumlah dan jenis alsintan juga disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah. Namun demikian diharapkan satu paket Taksi Alsintan dapat mencover lahan minimal 150 ha.

Program Taksi Alsintan tersebut menurut Rahmanto akan dikembangkan di 500 kabupaten. Dengan masing-masing kabupaten/kota sebanyak 4 unit Taksi Alsintan. Hitungannya, jika ada 4 unit Taksi Alsintan di 500 kabupaten/kota, maka nilainya mencapai Rp 3,97 triliun.

Dalam pengembangan Taksi Alsintan pemerintah menetapkan tiga zona yakni hijau, kuning dan merah. Zona hijau merupakan sentra produksi padi yakni, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Lampung, Sumatera Utara, NTB dan Kalimantan Selatan.

Zona kuning yakni, Aceh, Jambi, Riau, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara. Kemudian Zona Merah yakni Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, NTT, Papua dan Papua Barat.

Dalam pengembangan Taksi Alsintan, pemerintah melakukan secara selektif, partisipatif, bertahap dan berkelanjutan. Karena itu kata Rahmanto, pemerintah melakukan penyesuaian, revitalisasi dan harmonisasi kapasitas antar alsintan dengan potensi produksi pertanian.

“Kami juga mengintegrasikan dengan  pengembangan bisnis korporasi petaninya,” ujarnya. Dalam pendirian Taksi Alsintan pemerintah melibatkan pelaku usaha, termasuk Gapoktan, Gapoktan Bersama dan pengusaha lokal. Berminat jadi pengusaha Taksi Alsintan?

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018