
Presiden Jokowi saat meluncurkan KUR Taksi Alsintan
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu cara pemerintah membantu petani mendapatkan permodalan. Bahkan alokasi kredit berbunga murah ini terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Apalagi minat petani menyerap KUR pun terbilang cukup tinggi.
Kini Kementerian Pertanian mendorong peningkatan fasilitas pembiayaan KUR untuk mendukung modernisasi taksi alat dan mesin pertanian (alsintan). Bahkan pemerintah telah merelaksasi KUR pertanian agar kian mudah diakses oleh petani.
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Ali Jamil mengatakan, pemerintah telah merelaksasi aturan pembiayaan terkait usaha pertanian, terutama saat waktu pandemi Covid-19. Karena itu, ia meminta relaksasi tersebut dapat dimanfaatkan petani untuk meningkatkan produksi pangan.
"Dengan relaksasi yang ada saat ini, kami juga akan mendorong kemudahan lain yang dapat dimanfaatkan oleh petani, terutama di besaran DP atau uang muka pembelian alsintan (alat dan mesin pertanian)," ujarnya saat webinar KUR: Solusi Permodalan di Krisis Pangan Global yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani, Rabu (19/10).
Ali Jamil melihat perkembangan penyaluran KUR cukup baik, apalagi kemudian Kementerian Pertanian melakukan pengawalan. Misalnya, sebelum tahun 2020 realisasi KUR pertanian masih sangat rendah. Namun dengan pengawalan, realisasi meningkat pesat. "Saya dapat laporan realisasi penyaluran KUR pertanian sudah lebih dari 100 persen," kata Ali yang juga menyampaikan bahwa capaian realisasi KUR pertanian yang melampaui target telah terjadi sejak tiga tahun terakhir.
Data Direktorat Pembiayaan, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian, pada tahun 2020 pelaku usaha pertanian yang mengakses KUR mencapai 1,9 juta debitur dengan realisasi kredit Rp 55,30 triliun (110,62 persen) dari target Rp 50 triliun. Pada tahun 2021 mencapai 2,6 juta debitur dan realisasi kredit Rp 85,61 triliun (122,31 persen) dari target Rp 70 triliun. Bahkan pada tahun 2022 hingga Oktober sudah terealisasi Rp 90,8 triliun dari target Rp 90 triliun.
“Dari sini terlihat antusiasme yang tinggi dari masyarakat di sektor pertanian. Ini sejalan dengan rencana mendorong kemandirian pembiayaan pertanian dari APBN,” ujarnya. Karena itu Ali Jamil melihat tingginya penyaluran KUR dan terbukti sangat membantu permodalan petani dan pelaku usaha pertanian selama pandemi Covid-19, pemerintah akan merelaksasi bunga KUR yang sebelumnya 6 persen menjadi 3 persen.
“Tapi penyaluran KUR ini perlu pengawalan pemerintah, teruatama pemanfaatannya. KUR bisa dimanfaatkan untuk kegiatan on farm dan off farm, serta kegiatan yang juga mendukung pekerjana on farm dan off farm,” katanya.
Dengan mocernya penyaluran KUR pertanian, Ali Jamil berharap, dalam pembiayaan pertanian nantinya tidak lagi bertumpu kepada APBN yang semakin terbatas. Selain itu, petani juga tidak terjerat pada sistem ijon atau rentenir, karena sudah dibantu pemerintah, terutama subsidi bunga. “Petani dapat meminjam uang berkisar Rp 50-100 juta tanpa agunan. Kami terus mendorong petani mengikuti program KUR karena sekarang persyaratannya lebih mudah,”ujarnya.