Sabtu, 25 Mei 2024


Tingkatkan Daya Saing , Petani UPLAND Dilatih Manajemen Korporasi

11 Sep 2023, 13:19 WIBEditor : Yulianto

Pelatihan kepada petani di lokasi UPLAND | Sumber Foto:UPLAND

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kelembagaan petani memiliki titik strategis (entry point) dalam menggerakkan sistem agribisnis di pedesaan. Banyak sumberdaya pedesaan yang dapat dikelola dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan posisi tawar petani atau kelompok tani di Indonesia.

Dalam rangka merealisasikan target tujuan UPLAND Project Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan kelembagaan bagi para petani di Indonesia. Para petani yang tergabung dalam kelembagaan tersebut dapat bernaung di bawah program tersebut untuk memasarkan produk mereka ke pasar internasional atau ekspor. 

Direktur Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementan, Ali Jamil mengatakan, program ini dijalankan dalam rangka peningkatan rantai nilai produk pertanian. Kementan melalui UPLAND Project telah menyelenggarakan pelatihan terkait manajemen ekspor bagi korporasi pertanian yang ada di lokasi UPLAND Project.

Urgensi dibentuknya kelembagaan petani ini karena beberapa faktor. Diantaranya, masih minimnya wawasan dan pengetahuan petani terhadap masalah manajemen produksi maupun jaringan pemasaran. Selain itu, para petani di Indonesia belum banyak terlibat secara utuh para petani dalam kegiatan agribisnis, aktivitas pertanian juga masih terfokus pada kegiatan produksi (on farm). 

"Untuk merealisasikan tujuan program untuk peningkatan rantai nilai produk pertanian telah dilakuan pelatihan terkait manajemen ekspor bagi korporasi petani yang ada di lokasi UPLAND Project," kata Ali Jamil dalam keterangan tertulis, Senin (28/8).

Ali menjelaskan, UPLAND Project adalah program pertanian terpadu yang menyeleraskan antara sektor hulu (on farm) dan pascapanen (off farm) yang terintegrasi. Karena itu, bukan hanya produksi yang dikejar, tetapi juga memastikan petani bisa mendapatkan hasil penjualan yang terbaik, sehingga akan meningkat pendapatannya.

Proyek Pengembangan Sistem Pertanian Terpadu di Daerah Dataran Tinggi atau Development of Integrated Farming System at UPLAND Area, merupakan program dari Direktorat Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementrian Pertanian atas dukungan dari Islamic Development Bank (IsDB) dan International Fund For Agricultural Development (IFAD). 

Hingga kini UPLAND Project juga telah memberikan pelatihan ekspor untuk petani di enam kabupaten yakni Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Magelang, Subang, Tasikmalaya, dan Sumenep.  Dalam pelatihan UPLAND Project, petani diberikan pemahaman tentang manajemen ekspor, pasar internasional dan analisa potensi yang bisa dimanfaatkan oleh petani, khususnya yang berada dalam bimbingan UPLAND Project. Harapannya produk yang dihasilkan mampu memasuki pasar internasional.

Upaya ini menurut Ali Jamil, dalam rangka meningkatkan daya tawar bagi produk yang dihasilkan petani di Indonesia. Peningkatan posisi tawar ini dapat meningkatkan akses masyarakat pedesaan dalam kegiatan ekonomi yang adil, sehingga bentuk kesenjangan dan kerugian yang dialami petani dapat dihindari.

Selain itu, peningkatan kelembagaan petani ini juga dapat menjadi wadah menyatukan gerak ekonomi dalam setiap rantai pertanian dari pra produksi sampai pemasaran. “Adanya sistem kelembagaan petani ini diharapkan bukan hanya mengejar produksi, tetapi juga memastikan petani bisa mendapatkan hasil penjualan yang terbaik, sehingga akan meningkat pendapatannya,” kata Ali Jamil.

Kelembagaan yang kuat dan berdaya saing menjadi harapan program ini. Seperti apa? Baca halaman selanjutnya.

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018