Sabtu, 24 Februari 2024


Jelang Musim Tanam, Plt Mentan Siap Amankan Pupuk Subsidi

12 Okt 2023, 15:51 WIBEditor : Yulianto

Plt Mentan, Arief Prasetyo Adi (tengah) dan Dirut PIHC, Rahmad Pribadi (baju putih) | Sumber Foto:Julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Menjelang musim tanam (MT) padi pertama tahun 2023/2024, Kementerian Pertanian akan memastikan stok pupuk subsidi benar-benar ada di kios sarana produksi. Saat ini ada sekitar 26 ribu outlet pupuk yang berada di bawah pengawasan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC).

“Saya akan berkeliling ke enam daerah untuk memastikan di 26 ribu outlet PIHC ada pupuk, baik yang subsidi maupun komersial. Pupuk adalah salah satu kunci keberhasilan produksi padi kita,” kata Plt Menteri Pertanian, Arief Prasetyo Adi kepada wartawan usai Penandatangan Pakta Integritas Pejabat Eselon 1 dan 2 Kemeneterian Pertanian di Jakarta, Kamis (12/10).

Dalam kunjungan ke daerah, Arief akan mengajak Direksi PIHC untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Kementerian Pertanian menargetkan produksi beras tahun 2024 bisa mencapai 35 juta ton. Dengan jumlah tersebut, pasokan beras di dalam negeri akan aman. Kelebihan beras tersebut bisa diserap Perum Bulog. ”Kalau produksi beras kita bisa 35 juta ton baru top. Tapi jalau 31,5 juta ton pas-pasan,” ujarnya.

Sementara itu Direktur PIHC, Rahmad Pribadi mengatakan, sesuai tugasnya Pupuk Indonesia mendukung tercapainya pembangunan nasional, khususnya pertanian, meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

”Saat ini kami siapkan stok 1,5 juat ton yang tersebar di 26 ribu kios. Artinya 2,75 kali lebih tinggi dibandingkan stok yang ada di peraturan. Jadi  kami menyakinkan stok pupuk subsisi untuk musim tanam Oktober Maret sudah siap,” katanya.

Selain pupuk subsidi, Rahmad mengatakan, pihaknya juga mendapat perintah untuk mempersiapkan dan menyediakan pupuk non subsidi di outlet PIHC. Saat ini menurutnya, sudah hampir 60 persen pupuk non subsidi berada di outlet. “Sesuai arahakan Kementan nantinya seluruh outlet pupuk juga menyediakan pupuk non subsidi,” ujarnya.

Untuk membantu petani mendapatkan pupuk subsidi, Rahmad mengungkapkan, PIHC sudah memperkenalkan digitalisasi kios melalui aplikasi e-pubers. Saat ini aplikasi tersebut sudah tersedia di 6 provinsi atau 30 persen dari seluruh kios sudah terjangkau digitalisasi e pubers.

”Kita akan lakukan di 26 ribu outlet kita untuk mendukung kebijakan bantuan langsung pupuk subsidi,” katanya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018