Senin, 15 Juli 2024


Kebut Target Ribuan Ton Beras, Pemkab Purwakarta Perbaiki Infrastruktur Pertanian

02 Mei 2024, 08:54 WIBEditor : Gesha

Panen di Purwakarta | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Purwakarta -- Pemerintah Kabupaten Purwakarta terus merancang langkah-langkah strategis di sektor pertanian guna memastikan pencapaian target produksi ratusan ribu ton beras pada tahun 2024 di wilayah tersebut.

"Bupati telah memerintahkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) untuk memastikan produksi beras tahun 2024 tercapai. Kita optimis Dispangtan akan bekerja keras mencapai target itu," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Purwakarta, Rudi Hartono.

Rudi menegaskan, pencapaian target tersebut tidak hanya menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan di tingkat nasional.

"Ketersediaan pangan yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat menjadi prioritas utama Pj Bupati," tambahnya.

Menurut data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta, target produksi padi tahun 2024 di Kabupaten Purwakarta direncanakan mencapai 209.967 ton gabah kering giling (GKG), setara dengan 134.609 ton beras. 

"Target produksi padi tersebut diharapkan dapat tercapai melalui pemanfaatan areal persawahan seluas 33.904 hektar yang tersebar di 17 Kecamatan di Purwakarta," ujar Kepala Dispangtan Purwakarta, Sri Jaya Midan.

Menurut Midan, sejumlah langkah strategis disiapkan pihaknya untuk memastikan target itu terpenuhi. Langkah itu meliputi bantuan benih padi berkualitas tinggi bagi petani, jaminan ketersediaan pupuk serta bantuan peralatan pertanian.

"Langkah lain yang sangat vital adalah memastikan pasokan air yang memadai untuk areal persawahan. Kami memberikan perhatian serius terhadap upaya ini," lanjut Midan.

Midan menjelaskan bahwa semua infrastruktur sumber daya air akan dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan air di sektor pertanian.

"Sesuai arahan Pj Bupati, untuk menjamin ketersediaan pasokan air, kita akan mengoptimalkan berbagai infrastruktur sumber daya air seperti embung. Waduk, kolam retensi dan penyimpanan air buatan lainnya," kata Midan.

Khusus untuk infrastruktur embung, Kabupaten yang menjadi penghasil manggis terbaik di tingkat nasional memiliki total 33 embung.

Embung-embung tersebut tersebar di 30 desa yang berada di sepuluh kecamatan, termasuk Bojong, Darangdan, Wanayasa, Kiarapedes, Pondoksalam, Plered, Maniis, Pasawahan, Cibatu, dan Campaka.

Menurut Midan, setiap embung memiliki kapasitas penyimpanan air minimal 500 meter kubik. Dengan cadangan air seperti itu, setiap embung dapat mendukung pengairan sawah untuk setidaknya 20 hektare.

Selain itu, infrastruktur pertanian lain yang akan diperbaiki adalah saluran irigasi yang menyuplai air ke lahan pertanian. Kabupaten Purwakarta memiliki total 64 Daerah Irigasi (DI), termasuk saluran irigasi tersier dengan panjang mencapai 91.675 meter dan saluran irigasi sekunder dengan panjang mencapai 38.258 meter.

"Kami akan mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan untuk memastikan pasokan air yang cukup bagi lahan pertanian. Ketersediaan air yang terjamin merupakan salah satu kunci keberhasilan produksi pangan," tutup Sri Jaya Midan.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018